Setapak Langkah – 02 Juni 2026 | Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) bekerja sama dengan Global Green Growth Institute (GGGI) menargetkan mobilisasi investasi hijau sebesar dua miliar dolar Amerika Serikat (USD) pada tahun 2030.
Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya nasional untuk mempercepat transisi ekonomi rendah karbon, meningkatkan ketahanan iklim, dan mendukung agenda pembangunan berkelanjutan yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) serta Komitmen Nasional yang Ditetapkan di bawah Kesepakatan Paris.
Beberapa langkah strategis yang direncanakan antara lain:
- Pemetaan proyek hijau potensial di sektor energi terbarukan, transportasi berkelanjutan, pengelolaan limbah, dan agrikultur ramah iklim.
- Penyusunan kerangka kerja regulasi yang mempermudah akses pembiayaan bagi investor domestik dan internasional.
- Peningkatan kapasitas institusi keuangan lokal melalui pelatihan teknis dan penyediaan standar penilaian risiko iklim.
- Kolaborasi dengan lembaga multilateral, seperti Bank Dunia, Asian Development Bank, serta mekanisme iklim internasional untuk mengamankan dana tambahan.
Target mobilisasi dana dijabarkan dalam tabel berikut:
| Tahun | Target Investasi Hijau (USD) |
|---|---|
| 2024 | 200 juta |
| 2026 | 600 juta |
| 2028 | 1,2 miliar |
| 2030 | 2 miliar |
Para pejabat menekankan bahwa pencapaian target ini tidak hanya bergantung pada dana, melainkan juga pada kesiapan institusi, kualitas data, serta sinergi antara sektor publik dan swasta. Diharapkan, aliran investasi hijau dapat mempercepat penyediaan energi bersih, mengurangi emisi gas rumah kaca, dan menciptakan lapangan kerja baru dalam industri berkelanjutan.
Dengan dukungan GGGI, Indonesia berupaya menjadikan model pembiayaan hijau ini sebagai contoh bagi negara‑negara berkembang lainnya dalam upaya menanggulangi perubahan iklim sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.