Setapak Langkah – 02 Juni 2026 | German International Cooperation Agency (GIZ) bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi meluncurkan serangkaian inisiatif untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan lingkungan di kalangan pelajar Indonesia. Program ini merupakan bagian dari The International Climate Initiative (IKI) yang didanai oleh Pemerintah Federal Jerman.
Tujuan utama kolaborasi tersebut adalah menanamkan nilai‑nilai keberlanjutan sejak usia dini, sehingga generasi muda dapat menjadi agen perubahan dalam menghadapi tantangan iklim. Upaya ini mencakup integrasi materi literasi lingkungan ke dalam kurikulum nasional, penyediaan materi ajar interaktif, serta pelatihan guru untuk menyampaikan topik‑topik terkait perubahan iklim, pengelolaan sampah, dan konservasi sumber daya alam.
Beberapa kegiatan kunci yang telah dilaksanakan antara lain:
- Penyusunan modul pembelajaran berbasis digital yang dapat diakses gratis oleh sekolah di seluruh Indonesia.
- Pembentukan “Climate Clubs” di lebih dari 500 sekolah menengah pertama, dengan dukungan mentor dari lembaga non‑profit dan universitas.
- Workshop intensif bagi 2.000 guru di 34 provinsi, fokus pada metodologi pembelajaran aktif dan proyek berbasis komunitas.
- Kampanye aksi bersih‑bersih di wilayah perkotaan dan pedesaan, melibatkan siswa, orang tua, serta tokoh masyarakat.
- Penyediaan paket alat pengukuran kualitas udara dan air untuk digunakan dalam proyek ilmiah sekolah.
Hasil evaluasi awal menunjukkan bahwa lebih dari 150.000 siswa telah berpartisipasi dalam kegiatan praktis, dengan peningkatan rata‑rata skor pengetahuan lingkungan sebesar 30 % dibandingkan sebelum program dimulai. Selain itu, sejumlah proyek inovatif yang diusulkan oleh siswa, seperti pembuatan komposter sekolah dan pengembangan kebun vertikal, telah mendapatkan pendanaan mikro dari GIZ untuk implementasi lebih lanjut.
Ke depan, GIZ dan pemerintah Indonesia berencana memperluas jangkauan program ke 2.000 sekolah tambahan, menambah materi tentang energi terbarukan, serta meluncurkan platform daring yang memungkinkan pertukaran ide dan hasil penelitian antar‑sekolah di seluruh nusantara. Dengan pendekatan yang terintegrasi antara kebijakan, pendidikan, dan partisipasi masyarakat, diharapkan generasi muda Indonesia dapat berperan aktif dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.