Setapak Langkah – 02 Juni 2026 | Langkah kaki yang memasuki Museum Dr Soetomo di Surabaya pada awal Juni ini tidak hanya berhadapan dengan koleksi artefak medis, melainkan juga dengan rangkaian acara “Pertiwi dan Percakapan Peradaban” yang menampilkan dialog lintas generasi tentang identitas bangsa.
Acara yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan Kota Surabaya ini berlangsung selama tiga hari, mulai dari 3 hingga 5 Juni 2024, dan melibatkan sejarawan, seniman, serta aktivis budaya. Tujuan utama pameran adalah menumbuhkan kesadaran akan nilai‑nilai kebangsaan serta meninjau kembali warisan peradaban yang membentuk karakter Indonesia modern.
Berikut adalah rangkaian utama kegiatan yang diproyeksikan:
- Pembukaan resmi oleh Walikota Surabaya disertai penurunan bendera merah putih.
- Diskusi panel “Jejak Pertiwi dalam Sejarah Kesehatan” yang menampilkan Dr. Andi Prasetyo dan Prof. Rina Widyanti.
- Pameran foto dan artefak lama Rumah Sakit Dr. Soetomo sejak masa kolonial hingga era kemerdekaan.
- Workshop batik dengan motif “peradaban” yang diadakan oleh komunitas batik lokal.
- Penampilan seni tari tradisional yang menginterpretasikan perjuangan bangsa.
Seluruh program dirancang untuk memberikan pengalaman interaktif bagi pengunjung. Misalnya, pada workshop batik, peserta dapat menciptakan pola yang terinspirasi dari motif tradisional yang ditemukan dalam arsip museum, sementara pada sesi diskusi, para pemuda diajak menyuarakan pandangan mereka tentang peran teknologi dalam melestarikan warisan budaya.
Reaksi masyarakat yang hadir menunjukkan antusiasme tinggi. Salah satu pengunjung, Budi Santoso, menyatakan, “Saya merasa bangga karena museum tidak hanya menjadi tempat belajar sejarah, tetapi juga menjadi ruang dialog yang menghubungkan generasi.”
Selain menambah nilai edukatif, acara ini juga diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara ke Surabaya, khususnya bagi mereka yang tertarik pada aspek budaya dan sejarah medis Indonesia.
Dengan menutup acara pada 5 Juni, panitia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang berpartisipasi dan berharap “Percakapan Peradaban” dapat menjadi agenda tahunan yang terus memperkaya wacana kebangsaan.