Setapak Langkah – 02 Juni 2026 | Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Gerindra, kembali menegaskan komitmennya untuk menjadikan ekonomi Indonesia berlandaskan nilai‑nilai Pancasila. Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan secara luas, ia menyoroti empat prinsip utama yang menjadi landasan ekonomi berkelanjutan: religius, perikemanusiaan, persatuan nasional, dan keadilan sosial.
Prinsip religiusi menekankan agar kebijakan ekonomi selaras dengan nilai moral dan etika yang bersumber dari kepercayaan rakyat Indonesia yang mayoritas beragama. Hal ini diharapkan dapat menumbuhkan kepercayaan publik terhadap institusi keuangan dan mengurangi praktik korupsi.
Prinsip perikemanusiaan menuntut kebijakan yang menempatkan kepentingan manusia di atas kepentingan materi semata. Dalam praktiknya, ini berarti mengutamakan penciptaan lapangan kerja, perlindungan tenaga kerja, dan peningkatan kesejahteraan sosial.
- Persatuan Nasional: Mendorong integrasi ekonomi antar wilayah, mengurangi kesenjangan antar daerah, dan memperkuat rasa kebersamaan.
- Keadilan Sosial: Menjamin distribusi hasil pertumbuhan yang merata, akses layanan publik yang adil, serta pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan.
Berbagai pihak menanggapi usulan ini dengan beragam perspektif. Akademisi ekonomi menilai bahwa integrasi nilai‑nilai budaya ke dalam kebijakan makro dapat memperkuat legitimasi pemerintah, namun menekankan perlunya indikator kuantitatif yang jelas untuk mengukur pencapaian. Sementara itu, pelaku usaha mengharapkan kepastian regulasi yang tidak menimbulkan beban administratif berlebih.
Jika implementasinya konsisten, harapan besar menumpuk pada kemampuan Indonesia untuk menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan keadilan sosial, sekaligus memperkuat identitas nasional yang berlandaskan nilai Pancasila.