Setapak Langkah – 01 Juni 2026 | Program budidaya seledri hidroponik yang diluncurkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Singkawang, Kalimantan Barat, menjadi contoh inovasi penjara dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Inisiatif ini diprakarsai pada awal 2023 oleh Direktorat Pemasyarakatan bersama Dinas Pertanian setempat. Dengan memanfaatkan teknik hidroponik, narapidana dilatih mengelola sistem pertanian tanpa tanah, menggunakan nutrisi cair yang dicampur dalam air.
- Tanaman utama yang dibudidayakan adalah seledri, namun kemudian diperluas menjadi selada, bayam, dan cabai mini.
- Setiap unit hidroponik memiliki kapasitas produksi sekitar 150 kilogram seledri per siklus tiga bulan.
- Hasil panen dipergunakan untuk konsumsi internal Lapas, mengurangi beban anggaran pengadaan makanan sebesar sekitar 12 persen.
- Surplus dipasarkan ke masyarakat sekitar, memberikan tambahan pendapatan bagi lembaga dan membuka peluang kerja bagi narapidana setelah keluar.
Pelatihan teknik pertanian modern ini tidak hanya meningkatkan keterampilan kerja narapidana, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kebersamaan. Selain itu, program ini diharapkan dapat menjadi model bagi lembaga pemasyarakatan lain di Indonesia.
Selama fase percobaan, Lapas Singkawang mencatat penurunan signifikan dalam tingkat kekurangan gizi di antara penghuni, serta peningkatan disiplin karena keterlibatan aktif dalam kegiatan produktif.
Keberhasilan proyek ini menegaskan peran strategis lembaga pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus memperkuat program reintegrasi sosial narapidana.