Setapak Langkah – 01 Juni 2026 | Petenis asal Polandia, Iga Swiatek, yang memegang rekor sebagai juara empat kali Grand Slam lapangan tanah liat, harus menelan kegagalan di French Open kali ini. Pada pertandingan babak keempat, Swiatek terpaksa menyerah setelah terjegal oleh lawan yang menampilkan permainan agresif dan konsistensi tinggi.
Dalam duel yang berlangsung di Stade Roland Garros, Swiatek memulai dengan menguasai set pertama dengan skor 6-3. Namun, momentum berbalik ketika lawannya menyesuaikan taktik, memaksa Swiatek kehilangan kendali di set kedua (2-6). Set penentu berakhir dengan hasil 4-6, menandai berakhirnya perjalanan sang juara di turnamen ini.
Kegagalan tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kondisi fisik dan mental Swiatek menjelang turnamen. Beberapa pengamat menilai bahwa beban jadwal yang padat serta tekanan mempertahankan gelar keempat dapat memengaruhi performa pemain muda berusia 22 tahun ini.
- Skor akhir: 6-3, 2-6, 4-6.
- Babak: Babak keempat (Round of 16).
- Implikasi peringkat: Kegagalan ini dapat mengurangi poin WTA Swiatek, berpotensi menurunkan posisinya di ranking dunia.
Reaksi dari pihak manajemen Swiatek menekankan pentingnya evaluasi teknis dan psikologis pasca kekalahan. “Kami akan melakukan analisis menyeluruh untuk memastikan Iga kembali lebih kuat di kompetisi berikutnya,” ujar perwakilan tim.
Penampilan lawan Swiatek, yang berhasil melaju ke perempat final, kini menjadi sorotan. Keberhasilan mengalahkan juara berulang ini menambah kepercayaan diri dan menegaskan bahwa kompetisi di Roland Garros semakin terbuka lebar untuk para pemain lain.