Setapak Langkah – 31 Mei 2026 | Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari, menegaskan bahwa kemampuan berbahasa asing menjadi faktor utama bagi Indonesia dalam bersaing di kancah internasional. Pernyataan tersebut disampaikan setelah Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan khusus kepada kementerian terkait untuk memperkuat kompetensi bahasa di berbagai sektor.
Beberapa langkah strategis yang direncanakan antara lain:
- Peningkatan kurikulum bahasa asing di semua jenjang pendidikan, dengan penekanan pada bahasa Inggris, Mandarin, Jepang, dan Arab.
- Penyediaan program pelatihan intensif bagi pegawai negeri sipil, khususnya di kementerian luar negeri, perdagangan, dan pariwisata.
- Pemanfaatan teknologi digital, seperti platform e‑learning berbasis AI, untuk memperluas akses belajar bahasa.
- Kerjasama dengan institusi internasional dalam penyusunan standar kompetensi bahasa.
Berikut merupakan prioritas bahasa asing yang akan difokuskan dalam lima tahun ke depan:
| No | Bahasa | Alasan Prioritas |
|---|---|---|
| 1 | Inggris | Bahasa bisnis dan diplomasi internasional |
| 2 | Mandarin | Pertumbuhan ekonomi China dan peluang investasi |
| 3 | Jepang | Teknologi tinggi serta hubungan ekonomi |
| 4 | Arab | Pasar energi dan kerjasama budaya |
| 5 | Spanyol | Pasar Amerika Latin dan Uni Eropa |
Qodari menambahkan bahwa implementasi kebijakan ini akan dipantau secara berkala melalui indikator kemampuan berbahasa yang diukur melalui tes internasional dan evaluasi kinerja pegawai. Ia berharap, dengan meningkatkan kompetensi bahasa, Indonesia dapat meningkatkan daya saing produk nasional, memperluas jaringan diplomatik, serta menarik lebih banyak investasi asing.
Penekanan pada penguasaan bahasa asing juga diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia dalam forum multilateral, seperti G20, APEC, dan ASEAN, dimana diskusi sering kali menggunakan bahasa Inggris atau bahasa resmi lainnya.