Setapak Langkah – 31 Mei 2026 | Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengumumkan program perluasan jaringan irigasi yang ditujukan khusus bagi wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan petani di daerah yang selama ini kurang mendapatkan akses air irigasi yang memadai.
Program ini mencakup pembangunan dan rehabilitasi kanal, bendungan kecil, serta instalasi pompa air diesel dan listrik di lebih dari 200 desa yang tersebar di provinsi Papua, Nusa Tenggara Timur, dan Kabupaten di Pulau Kalimantan. Prioritas utama adalah daerah yang memiliki lahan pertanian potensial namun terhambat oleh keterbatasan sumber air.
Berikut poin penting dari rencana perluasan layanan irigasi:
- Anggaran: Pemerintah menyiapkan dana sekitar Rp 3,2 triliun untuk fase pertama, dengan alokasi dana bergulir melalui APBN dan kerjasama dengan lembaga keuangan regional.
- Target: Menyediakan layanan irigasi bagi sekitar 150.000 hektar lahan pertanian seluas 3,5 juta ton produksi tahunan.
- Waktu pelaksanaan: Proyek diharapkan selesai dalam tiga tahun, yakni dari 2024 hingga 2027.
- Manfaat: Meningkatkan hasil panen, mengurangi ketergantungan pada curah hujan, serta membuka lapangan kerja baru di sektor konstruksi dan pemeliharaan.
Selain infrastruktur fisik, Kementerian PU juga akan meluncurkan program pelatihan bagi petani tentang teknik irigasi modern, penggunaan bibit unggul, dan manajemen air yang efisien. Dody Hanggodo menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan sektor swasta untuk memastikan keberlanjutan proyek.
Dengan langkah ini, diharapkan wilayah 3T tidak lagi terpinggirkan dalam peta pertanian nasional, melainkan menjadi kontributor signifikan bagi ketahanan pangan Indonesia.