Setapak Langkah – 31 Mei 2026 | Bank Tabungan Negara (BTN) dan PT Pindad (Persero) menandatangani perjanjian kerja sama pembiayaan senilai Rp1,5 triliun untuk memperkuat produksi senjata dan peralatan pertahanan nasional.
Melalui fasilitas kredit ini, Pindad akan dapat meningkatkan produksi mobil taktis Maung MV3, memperluas lini amunisi, serta mengakselerasi proyek strategis lain yang berada dalam agenda pemerintah untuk kemandirian pertahanan.
Beberapa poin utama dari kesepakatan tersebut antara lain:
- Fasilitas pembiayaan sebesar Rp1,5 triliun dengan tenor yang disesuaikan untuk mendukung kebutuhan modal kerja dan investasi jangka panjang.
- Pendanaan akan dialokasikan untuk peningkatan kapasitas pabrik, pengadaan mesin produksi modern, serta riset dan pengembangan (R&D) produk baru.
- Target produksi Maung MV3 meningkat hingga 500 unit per tahun, menambah pasokan kendaraan taktis bagi TNI dan aparat keamanan.
- Peningkatan produksi amunisi meliputi kaliber 5,56 mm, 7,62 mm, serta munisi artileri ringan.
Kesepakatan ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang menekankan pada penguatan industri pertahanan dalam negeri, mengurangi ketergantungan pada impor, dan membuka peluang ekspor.
Dengan dukungan finansial dari BTN, Pindad diharapkan dapat mempercepat realisasi proyek strategis, menciptakan lapangan kerja baru, serta meningkatkan kontribusi sektor manufaktur pertahanan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Para analis ekonomi menilai bahwa pemberian kredit sebesar ini dapat menstimulasi rantai pasok lokal, mendorong pertumbuhan investasi di sektor manufaktur berat, dan memperkuat posisi Indonesia di pasar pertahanan regional.