Setapak Langkah – 30 Mei 2026 | Kepala daerah tingkat kabupaten dan kota di seluruh Tanah Papua bersatu untuk mempercepat upaya eliminasi tuberkulosis (TBC) di wilayah Sorong. Inisiatif ini digalakkan lewat koordinasi lintas sektor, penambahan sumber daya kesehatan, serta program edukasi yang lebih intensif.
Papua mencatat prevalensi TBC yang masih tinggi dibandingkan dengan provinsi lain di Indonesia. Menurut data Kementerian Kesehatan, pada tahun 2022 terdapat sekitar 5.800 kasus baru di Papua, dengan Sorong menjadi salah satu daerah dengan angka transmisi tertinggi. Faktor geografis, keterbatasan akses layanan medis, serta rendahnya kesadaran masyarakat menjadi tantangan utama.
Berbagai langkah strategis telah dirancang, antara lain:
- Peningkatan deteksi aktif melalui tim mobile clinic yang menjangkau daerah terpencil.
- Pelatihan tenaga kesehatan lokal dalam prosedur diagnosa cepat (GeneXpert) dan pemberian terapi langsung pengawasan (DOTS).
- Penyediaan obat anti‑tuberkulosis secara gratis dan berkelanjutan.
- Kampanye edukasi masyarakat mengenai gejala TBC dan pentingnya pengobatan tepat waktu.
- Kolaborasi dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) untuk mendukung pendampingan pasien.
Target yang ditetapkan adalah menurunkan angka kejadian TBC di Sorong sebesar 30 % pada akhir 2025 dan mencapai eliminasi (kurang dari 10 kasus per 100.000 penduduk) pada tahun 2030. Berikut rangkuman data kasus TBC selama tiga tahun terakhir:
| Tahun | Kasus Baru | Persentase Penurunan |
|---|---|---|
| 2022 | 1.200 | – |
| 2023 | 950 | 20,8 % |
| 2024 | 680 | 28,4 % |
Dr. Budi Santoso, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong, menyatakan, “Dengan dukungan penuh dari semua kepala daerah dan alokasi anggaran yang memadai, kami optimis dapat mempercepat penurunan angka TBC. Kesadaran masyarakat dan kepatuhan pada pengobatan menjadi kunci utama keberhasilan program ini.”
Jika target tercapai, diharapkan beban kesehatan masyarakat akan berkurang signifikan, produktivitas ekonomi meningkat, dan kualitas hidup warga Sorong menjadi lebih baik.