Setapak Langkah – 29 Mei 2026 | Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyerukan kepada seluruh kepala daerah di provinsi tersebut untuk secara proaktif memantau perkembangan harga barang kebutuhan pokok (sembako). Permintaan ini muncul seiring kekhawatiran akan potensi kenaikan harga yang dapat memberatkan masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah.
Khofifah menekankan pentingnya langkah preventif, termasuk:
- Melakukan survei harga secara berkala di pasar tradisional, modern, dan toko kelontong.
- Mengumpulkan data dari pedagang, produsen, dan konsumen untuk analisis tren.
- Berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Badan Pusat Statistik untuk memastikan akurasi data.
- Menyusun laporan bulanan yang diserahkan kepada pemerintah provinsi untuk penanganan dini.
Gubernur juga mengingatkan bahwa fluktuasi harga sembako tidak hanya berdampak pada inflasi, tetapi juga pada stabilitas sosial. Oleh karena itu, kepala daerah diharapkan dapat mengambil tindakan cepat, seperti meninjau kebijakan distribusi, mengoptimalkan subsidi, serta mengawasi praktik spekulasi harga.
Jika terdapat indikasi kenaikan signifikan, Khofifah menginstruksikan agar pemerintah provinsi mengaktifkan mekanisme penanggulangan, termasuk penyesuaian bantuan sosial dan koordinasi dengan pemerintah pusat untuk menstabilkan pasokan.