Setapak Langkah – 29 Mei 2026 | Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, tiba di Istana Élysée, Paris, pada sore hari Kamis, 28 Mei 2024, menyambut upacara kenegaraan yang dihadiri oleh Presiden Prancis, Emmanuel Macron, serta pejabat tinggi kedua negara.
Kedatangan Prabowo menandai kunjungan resmi pertama kalinya sejak terpilih sebagai kepala negara, dengan agenda utama memperkuat kerja sama strategis di bidang pertahanan, energi, serta perdagangan.
Upacara dimulai dengan penyambutan resmi di halaman istana, diikuti pertukaran salam resmi. Presiden Macron memberikan sambutan singkat yang menekankan pentingnya hubungan historis antara Indonesia dan Prancis serta harapan akan kolaborasi yang lebih mendalam di era globalisasi.
Presiden Prabowo menanggapi dengan menegaskan komitmen Indonesia untuk memperluas kerja sama teknologi, investasi, serta pelestarian budaya. Ia menyoroti potensi bersama dalam pengembangan energi terbarukan dan industri pertahanan.
Setelah upacara, kedua pemimpin melanjutkan pertemuan bilateral di ruang konferensi istana. Berikut beberapa poin penting yang dibahas:
- Penandatanganan nota kesepahaman di bidang riset dan inovasi teknologi.
- Diskusi mengenai peningkatan volume perdagangan, khususnya ekspor komoditas agrikultur Indonesia ke pasar Eropa.
- Kerjasama di sektor pertahanan, termasuk pelatihan bersama dan transfer teknologi militer.
- Pendekatan dalam penanggulangan perubahan iklim melalui proyek energi hijau.
Kunjungan ini juga mencakup kunjungan ke beberapa institusi kebudayaan Prancis, sebagai wujud penghargaan terhadap warisan budaya kedua negara. Presiden Prabowo menekankan pentingnya pertukaran budaya dan pendidikan untuk memperkuat rasa saling pengertian.
Para pengamat menilai bahwa pertemuan ini dapat membuka peluang investasi baru bagi perusahaan Indonesia di pasar Eropa, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra strategis di kawasan Indo‑Pasifik.
Dengan berakhirnya upacara dan pertemuan, Presiden Prabowo dijadwalkan kembali ke Jakarta pada akhir pekan ini, membawa hasil pertemuan yang diharapkan dapat diwujudkan dalam kebijakan konkret.