Setapak Langkah – 27 Mei 2026 | Samsung mengumumkan kenaikan harga pada beberapa perangkat terbarunya sebagai konsekuensi langsung dari lonjakan biaya komponen memori RAM yang terus meningkat sejak awal tahun 2024.
Pasar RAM global mengalami tekanan pasokan akibat kombinasi faktor, antara lain penurunan kapasitas produksi pabrik-pabrik di Asia, peningkatan permintaan dari sektor data center, serta ketegangan geopolitik yang memperlambat aliran bahan baku semikonduktor. Harga rata‑rata modul RAM DDR5, yang menjadi standar pada flagship Samsung, mencatat kenaikan lebih dari 30 % dalam enam bulan terakhir.
Akibatnya, Samsung terpaksa menyesuaikan harga jual perangkatnya. Beberapa contoh penyesuaian yang diumumkan antara lain:
| Model | Harga Sebelum | Harga Baru | Kenaikan |
|---|---|---|---|
| Galaxy S24 Ultra | Rp15.999.000 | Rp17.499.000 | 9,4 % |
| Galaxy Z Fold 5 | Rp24.999.000 | Rp27.499.000 | 10,0 % |
| Galaxy A54 | Rp4.999.000 | Rp5.299.000 | 6,0 % |
Penyesuaian harga tersebut menimbulkan beragam reaksi di kalangan konsumen. Sebagian mengkritik langkah Samsung sebagai beban tambahan di tengah inflasi, sementara lainnya memahami bahwa kenaikan biaya komponen tidak dapat dihindari. Kompetitor utama Samsung, seperti Apple dan Xiaomi, juga menghadapi tekanan serupa, namun sebagian memilih menahan harga dengan mengoptimalkan rantai pasokan atau mengalihkan fokus ke segmen yang lebih terjangkau.
Ke depan, Samsung diperkirakan akan terus memantau dinamika harga RAM dan mencari alternatif seperti diversifikasi pemasok atau peningkatan efisiensi produksi. Jika tren kenaikan biaya komponen berlanjut, konsumen dapat mengharapkan lebih banyak penyesuaian harga pada generasi perangkat berikutnya.