Setapak Langkah – 27 Mei 2026 | Pemerintah Kota Solo kembali mengingatkan masyarakat menjelang Idul Adha 1447 Hijriah untuk menggunakan kemasan daging kurban yang ramah lingkungan. Inisiatif ini merupakan bagian dari program kota hijau yang bertujuan mengurangi sampah plastik sekaligus mendukung praktik ibadah yang lebih berkelanjutan.
Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, menekankan pentingnya peran warga dalam menjaga kebersihan lingkungan selama musim kurban. Ia mengajak peternak, pedagang, dan konsumen untuk beralih ke alternatif kemasan yang dapat terurai secara alami atau dapat dipakai kembali.
- Kemasan berbahan dasar kertas kraft: dapat didaur ulang dan terurai dalam waktu 30 hari.
- Kemasan berbahan bioplastik: terbuat dari bahan jagung atau singkong, ramah lingkungan dan dapat terurai dalam 90 hari.
- Kemasan berulang pakai: terbuat dari bahan tahan lama seperti kain kanvas atau plastik daur ulang, dapat dipakai kembali untuk kurban berikutnya.
Untuk memudahkan akses, Pemerintah Kota Solo menyiapkan titik distribusi kemasan ramah lingkungan di pasar tradisional, rumah ibadah, dan kantor kelurahan. Warga dapat mengambil kemasan secara gratis atau dengan subsidi minimal, tergantung pada jenis kemasan yang dipilih.
Langkah-langkah penggunaan kemasan baru meliputi:
- Mengambil kemasan di titik distribusi terdekat.
- Mengemas daging kurban sesuai prosedur higienis.
- Mengembalikan kemasan berulang pakai ke pusat daur ulang atau titik pengumpulan setelah selesai digunakan.
Pemkot Solo berharap dengan adopsi kemasan ramah lingkungan, volume sampah plastik selama periode Idul Adha dapat berkurang hingga 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, program ini diharapkan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya tindakan kecil yang berdampak besar bagi lingkungan.
Warga yang belum familiar dengan jenis kemasan baru dapat mengikuti sosialisasi yang dijadwalkan pada minggu-minggu menjelang Idul Adha di balai desa, masjid, serta melalui media sosial resmi Pemerintah Kota Solo.