Setapak Langkah – 25 Mei 2026 | Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kembali menegaskan komitmen meningkatkan kemampuan membaca dan menulis siswa dengan meluncurkan pengembangan Pojok SIBI (Sistem Informasi Baca Indonesia). Inisiatif ini bertujuan menjadikan setiap sekolah dasar dan menengah memiliki sudut bacaan digital yang dapat diakses secara offline, sehingga anak-anak dapat membaca buku berkualitas tanpa terbatas jaringan internet.
Pojok SIBI dirancang sebagai ruang belajar yang dilengkapi dengan perangkat tablet atau laptop, serta koleksi e‑book yang mencakup kurikulum nasional, literatur anak, dan sumber belajar interaktif. Semua materi tersedia dalam format yang ramah anak, dengan tampilan yang menarik serta dilengkapi fitur audio untuk mendukung pembaca pemula.
Berikut langkah‑langkah utama dalam pelaksanaan program:
- Identifikasi sekolah target di seluruh wilayah Indonesia, terutama di daerah terpencil.
- Penyediaan perangkat keras (tablet/laptop) dan instalasi aplikasi SIBI.
- Pengunggahan ribuan judul buku digital yang telah terkurasi oleh tim ahli literasi.
- Pelatihan guru dan petugas perpustakaan sekolah mengenai cara mengoptimalkan penggunaan Pojok SIBI dalam proses pembelajaran.
- Monitoring dan evaluasi rutin untuk menilai peningkatan tingkat literasi murid.
Data target yang direncanakan selama fase pertama pelaksanaan:
| Komponen | Target |
|---|---|
| Jumlah sekolah terjangkau | 5.000 sekolah |
| Perangkat yang disalurkan | 10.000 tablet |
| Judul buku digital tersedia | 15.000 judul |
| Guru terlatih | 12.000 guru |
Melalui Pojok SIBI, diharapkan tingkat kemampuan membaca siswa meningkat signifikan, khususnya di wilayah yang sebelumnya minim akses buku fisik. Program ini juga sejalan dengan agenda Nasional Literasi 2025, yang menargetkan semua anak usia sekolah dasar dapat membaca dengan lancar pada akhir masa studi mereka.
Selain meningkatkan kompetensi literasi, Pojok SIBI berpotensi mengurangi kesenjangan digital dengan menyediakan materi pembelajaran yang dapat diakses secara offline. Dengan dukungan anggaran khusus dan kerja sama antar‑instansi, Kemendikdasmen optimis program ini akan menjadi fondasi kuat bagi generasi penerus yang lebih cerdas dan kreatif.