Setapak Langkah – 24 Mei 2026 | Iran telah menyatakan persetujuannya terhadap rancangan kesepakatan damai yang diajukan Amerika Serikat, yang diharapkan dapat mengakhiri konfrontasi militer antara kedua negara. Keputusan ini sekaligus membuka peluang bagi pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur strategis yang selama ini dibatasi karena ketegangan.
- Rancangan kesepakatan menekankan pengakhiran semua operasi militer di wilayah Timur Tengah yang melibatkan kedua belah pihak.
- Amerika Serikat berjanji mengurangi atau mencabut sebagian sanksi ekonomi yang selama ini menekan perekonomian Iran.
- Pembukaan kembali Selat Hormuz diproyeksikan dapat terjadi dalam hitungan minggu, tergantung pada implementasi penuh kesepakatan.
Selat Hormuz merupakan jalur vital yang mengalirkan sekitar satu per lima produksi minyak dunia. Penutupan atau pembatasan akses ke selat ini sebelumnya telah memicu fluktuasi harga minyak global dan menimbulkan kekhawatiran akan keamanan energi internasional.
Pemerintah negara-negara Teluk, serta sekutu Barat, menyambut baik perkembangan ini, namun menekankan perlunya mekanisme verifikasi yang transparan untuk memastikan kepatuhan kedua belah pihak. Mereka juga mengingatkan bahwa setiap pelanggaran dapat berakibat pada eskalasi kembali.
Pengamat politik menilai bahwa keberhasilan kesepakatan damai ini akan sangat bergantung pada konsistensi kebijakan dalam jangka panjang serta kemampuan kedua negara untuk menurunkan retorika permusuhan. Jika terwujud, dampaknya tidak hanya akan dirasakan di sektor energi, melainkan juga pada stabilitas ekonomi global yang sangat bergantung pada pasokan minyak yang stabil.