Setapak Langkah – 24 Mei 2026 | Paulus Waterpauw, tokoh politik senior Papua, menegaskan kembali pentingnya menempatkan masyarakat adat sebagai inti dari setiap program pembangunan di wilayah tersebut. Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan kepada media, Waterpauw menyoroti bahwa keberhasilan program Papua Sejahtera Nasional (PSN) sangat bergantung pada partisipasi aktif dan kepemilikan lokal oleh suku-suku asli.
- Penguatan Kelembagaan Lokal: Membentuk badan koordinasi yang melibatkan kepala suku, tokoh adat, dan perwakilan pemerintah daerah untuk mengawasi pelaksanaan setiap proyek.
- Pembiayaan Berbasis Kearifan Lokal: Menetapkan alokasi anggaran yang langsung disalurkan ke komunitas melalui mekanisme yang transparan, sehingga dana dapat digunakan sesuai prioritas yang ditetapkan oleh masyarakat setempat.
- Pendidikan dan Pelatihan Keterampilan: Menyediakan program pelatihan yang relevan dengan potensi ekonomi daerah, seperti pertanian organik, ekowisata, dan kerajinan tangan, agar masyarakat dapat mengelola sumber daya secara mandiri.
Waterpauw menambahkan bahwa keberhasilan PSN tidak hanya diukur dari angka pertumbuhan ekonomi, melainkan juga dari peningkatan kualitas hidup masyarakat adat, pelestarian budaya, dan perlindungan lingkungan. Ia mengajak semua pihak, termasuk pemerintah pusat, lembaga donor, serta sektor swasta, untuk berkolaborasi secara inklusif dan menghormati nilai‑nilai tradisional Papua.
Jika rekomendasi tersebut diimplementasikan secara konsisten, Waterpauw optimis bahwa Papua dapat menjadi contoh sukses pembangunan yang berbasis pada kearifan lokal, sekaligus memperkuat posisi Papua dalam peta pembangunan nasional.