Setapak Langkah – 24 Mei 2026 | Pariwisata kini semakin dipandang sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dengan kemampuan menciptakan lapangan kerja, meningkatkan devisa, serta menstimulasi sektor‑pendukung, industri ini memberikan kontribusi yang jauh melampaui pendapatan langsung dari tiket masuk atau akomodasi.
Berbagai analisis menunjukkan bahwa setiap dolar yang diinvestasikan dalam sektor pariwisata dapat menghasilkan lebih dari tiga dolar dalam bentuk pendapatan nasional, sebuah fenomena yang dikenal sebagai multiplier effect. Dampak ini terasa di seluruh rantai nilai, mulai dari transportasi, kuliner, kerajinan tangan, hingga layanan digital.
Berikut gambaran singkat mengenai kontribusi pariwisata dalam beberapa tahun terakhir:
| Tahun | Kunjungan Wisatawan Mancanegara (juta orang) | Devisa dari Pariwisata (miliar USD) |
|---|---|---|
| 2019 | 16,1 | 20,6 |
| 2020 | 5,4 | 7,2 |
| 2021 | 7,9 | 10,5 |
| 2022 | 12,3 | 15,8 |
Data di atas mencerminkan pemulihan yang signifikan setelah penurunan drastis pada 2020 akibat pandemi. Pemerintah terus mendorong kebijakan strategis, antara lain program 10 Destinasi Pariwisata Nasional (10 DPN) dan insentif pajak bagi investor di bidang perhotelan dan ekowisata.
Selain kontribusi fiskal, pariwisata juga berperan dalam pengembangan sumber daya manusia. Diperkirakan sektor ini menyerap lebih dari 10% dari total tenaga kerja nasional, termasuk pekerja informal yang sering kali tidak terdata secara resmi. Pelatihan vokasi, sertifikasi standar layanan, serta program beasiswa bagi pelaku usaha kecil menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas layanan.
Namun, tantangan tetap ada. Overcrowding di destinasi populer, degradasi lingkungan, serta persaingan regional menuntut pendekatan yang lebih berkelanjutan. Pemerintah bersama lembaga swadaya masyarakat menggalakkan konsep tourism carrying capacity dan mempromosikan destinasi alternatif di luar jalur utama, seperti ekowisata di kawasan pegunungan dan wisata bahari di pulau‑pulau kecil.
Dengan sinergi antara kebijakan publik, investasi swasta, dan partisipasi komunitas, pariwisata berpotensi terus menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional dalam jangka panjang.