Setapak Langkah – 24 Mei 2026 | Menteri Perdagangan Jepang, Ryosei Akazawa, menyatakan pada Sabtu bahwa ia telah mengadakan pembicaraan dengan rekanannya, Menteri Perdagangan China, Wang Wentao, menandai dimulainya kembali dialog bilateral setelah serangkaian perselisihan diplomatik yang memanas.
Perselisihan tersebut berawal dari sengketa wilayah di Laut China Timur, khususnya klaim atas Kepulauan Senkaku/Diaoyu yang melibatkan kedua negara sejak 2010. Ketegangan itu tidak hanya memengaruhi hubungan politik, tetapi juga mengganggu aliran perdagangan dan investasi antara Jepang dan China.
Berikut adalah beberapa poin penting dari komunikasi terbaru:
- Akazawa menegaskan bahwa dialog ini bertujuan untuk menstabilkan hubungan ekonomi dan mencegah dampak negatif pada rantai pasokan regional.
- Wang menanggapi dengan menyatakan kesediaan China untuk menyelesaikan isu-isu perdagangan secara damai melalui saluran resmi.
- Kedua menteri sepakat untuk meningkatkan koordinasi dalam bidang teknologi, energi bersih, dan standar keamanan produk.
- Diskusi juga mencakup kemungkinan mengadakan pertemuan tingkat lebih tinggi dalam waktu dekat untuk memperkuat kepercayaan.
Para pengamat menilai langkah ini sebagai upaya meredam ketegangan yang dapat bereskalasi menjadi konflik ekonomi yang lebih luas. Menurut mereka, pemulihan komunikasi antar kementerian perdagangan merupakan sinyal positif bagi pasar saham Asia yang sempat mengalami volatilitas akibat isu geopolitik.
Ke depan, keberhasilan dialog ini akan sangat dipengaruhi oleh kemampuan kedua belah pihak untuk memisahkan isu politik sensitif dari kepentingan ekonomi bersama. Jika tercapai, hubungan dagang antara Jepang dan China diperkirakan akan kembali tumbuh pada tingkat pra-2020.