Setapak Langkah – 23 Mei 2026 | Pada tanggal 20 Mei 2026, dunia kuliner mencetak sejarah baru ketika gastronomi resmi dimasukkan ke dalam kurikulum Academy of Fine Arts, institusi seni tertua di Prancis yang berdiri sejak 1816. Keputusan ini disambut hangat oleh kalangan seni dan kuliner, terutama setelah chef legendaris Guy Savoy, pendiri restoran berbintang Michelin, diumumkan sebagai anggota baru akademi.
Academy of Fine Arts, atau Académie des beaux-arts, awalnya dibentuk untuk melestarikan dan mengembangkan seni lukis, patung, arsitektur, dan musik. Penambahan gastronomi menandakan pengakuan resmi bahwa seni memasak setara dengan bentuk seni visual lainnya, menggabungkan estetika, teknik, dan inovasi.
Chef Guy Savoy, yang dikenal dengan masakan Prancis kontemporer yang menekankan bahan berkualitas dan presentasi yang memukau, menjadi simbol integrasi antara kuliner dan seni rupa. Sebagai anggota, ia diharapkan berkontribusi pada pengembangan kurikulum, memberi kuliah tamu, serta membimbing generasi seniman kuliner masa depan.
- Sejarah singkat akademi: Didirikan pada tahun 1816 sebagai bagian dari Institut de France, akademi telah melahirkan ratusan seniman ternama.
- Peran Guy Savoy: Menghadirkan perspektif chef tiga bintang Michelin dalam diskusi akademik tentang estetika makanan.
- Implikasi bagi pendidikan: Fakultas seni kini akan menawarkan mata kuliah “Seni Gastronomi” yang mencakup teknik memasak, sejarah kuliner, dan desain visual makanan.
- Dampak industri: Pengakuan ini dapat meningkatkan status chef sebagai seniman, memperluas peluang kolaborasi antara restoran haute cuisine dan institusi seni.
Para pengamat menilai langkah ini akan memperkuat posisi Prancis sebagai pusat inovasi kuliner global, sekaligus memberi peluang bagi mahasiswa seni untuk mengeksplorasi kreativitas melalui rasa dan tampilan. Keputusan ini diharapkan menjadi contoh bagi institusi pendidikan seni di seluruh dunia untuk mempertimbangkan gastronomi sebagai cabang seni yang layak dipelajari secara akademis.