Setapak Langkah – 21 Mei 2026 | Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) saat ini sedang menyusun skema baru untuk distribusi gas alam cair (CNG) berkapasitas 3 kilogram. Skema ini dirancang sebagai alternatif yang lebih ekonomis dibandingkan tabung LPG 3 kilogram yang umum digunakan oleh rumah tangga.
Tujuan utama kebijakan tersebut adalah menurunkan beban biaya energi rumah tangga, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Dengan harga yang lebih bersaing, diharapkan CNG 3 kg dapat menjadi pilihan utama untuk kebutuhan memasak maupun pemanas air.
Beberapa poin penting dalam rencana distribusi CNG 3 kg meliputi:
- Penetapan harga jual yang kompetitif, diperkirakan sekitar 10‑15 persen lebih murah dibanding LPG 3 kg.
- Pengembangan jaringan agen resmi di seluruh provinsi untuk memastikan ketersediaan dan kemudahan akses.
- Program subsidi atau insentif bagi konsumen pertama kali beralih ke CNG.
- Standar keamanan dan kualitas yang sesuai dengan regulasi nasional.
Pemerintah juga berencana melakukan sosialisasi intensif melalui media massa dan kanal digital, sekaligus melibatkan asosiasi distributor energi untuk memperlancar proses transisi. Selain itu, ESDM akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam penyediaan infrastruktur pengisian ulang (refill) CNG.
Jika skema ini berhasil diimplementasikan, diperkirakan akan terjadi penurunan signifikan pada konsumsi LPG, sekaligus meningkatkan pangsa pasar CNG di sektor rumah tangga. Dampak positif lainnya mencakup pengurangan emisi karbon serta peningkatan ketahanan energi nasional.
Implementasi skema distribusi CNG 3 kg diproyeksikan akan dimulai pada kuartal berikutnya, dengan fase uji coba di beberapa provinsi prioritas. Pemerintah mengundang partisipasi publik melalui forum konsultasi untuk menyempurnakan mekanisme distribusi dan harga.