Setapak Langkah – 21 Mei 2026 | Pada hari ini, tiga kapal perang milik Pakistan tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, sebagai bagian dari kunjungan resmi yang menandai penguatan kerja sama pertahanan antara kedua negara. Kapal yang berlabuh meliputi frigat PNS Taimur, kapal selam kelas Hangor, dan kapal patroli cepat PNS Aslat. Kedatangan mereka diharapkan meningkatkan interoperabilitas antara Angkatan Laut Indonesia (TNI-AL) dan Pakistan Navy serta membuka peluang latihan bersama di masa mendatang.
Kunjungan ini direncanakan selama tiga hari, mulai dari 22 Mei hingga 24 Mei 2024, dengan agenda yang telah disusun secara rinci. Berikut rangkaian kegiatan utama:
Agenda Kunjungan
- 22 Mei: Kedatangan kapal di Pelabuhan Tanjung Priok, sambutan oleh Kepala Pelabuhan dan perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Maritim.
- 23 Mei (pagi): Pertemuan tingkat tinggi antara Panglima TNI, Menteri Pertahanan, dan Kepala Staf Angkatan Laut Pakistan untuk membahas kerja sama pertahanan, pertukaran intelijen, dan kemungkinan latihan bersama.
- 23 Mei (siang): Tur bersama ke Markas Besar TNI-AL, termasuk demonstrasi kemampuan anti‑submarine dan sistem pertahanan udara.
- 23 Mei (sore): Kunjungan ke Museum Maritim Nasional untuk memperdalam pemahaman sejarah maritim kedua negara.
- 24 Mei (pagi): Upacara penutupan yang dihadiri pejabat tinggi, diikuti dengan pertunjukan kebudayaan Indonesia sebagai bentuk apresiasi terhadap tamu.
- 24 Mei (siang): Persiapan keberangkatan kapal dan penandatanganan nota kesepahaman kerja sama teknis antara kedua angkatan laut.
Dalam pertemuan tersebut, perwakilan Pakistan menekankan pentingnya menjaga keamanan jalur laut strategis di Samudra Hindia, sementara Indonesia menyoroti perlunya koordinasi dalam mengatasi ancaman maritim non‑konvensional seperti pembajakan dan penyelundupan. Kedua belah pihak sepakat untuk meningkatkan frekuensi latihan bersama serta pertukaran personel teknis.
Kunjungan ini juga menjadi kesempatan bagi kedua negara untuk memperdalam hubungan diplomatik yang sudah terjalin sejak era Perang Dingin. Sejak 2005, Indonesia dan Pakistan telah menandatangani beberapa perjanjian pertahanan, termasuk kerja sama dalam bidang pelatihan pilot, pengadaan peralatan militer, dan pertukaran intelijen.
Para pengamat menilai bahwa kehadiran kapal perang Pakistan di perairan Indonesia mencerminkan dinamika geopolitik di kawasan Indo‑Pasifik, di mana negara‑negara regional semakin memperkuat jaringan pertahanan untuk mengantisipasi potensi ketegangan. Dengan memperkuat aliansi bilateral, Indonesia berharap dapat menambah opsi strategis dalam menjaga kedaulatan wilayah lautnya.