Setapak Langkah – 20 Mei 2026 | Wakil Menteri Kesehatan menegaskan bahwa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) yang baru dibuka di Universitas Tanjungpura (Untan) akan menjadi kunci percepatan pemenuhan kebutuhan dokter spesialis di Provinsi Kalimantan Barat. Menurutnya, langkah ini merupakan respons konkret pemerintah terhadap kekurangan tenaga medis spesialis yang selama ini menghambat layanan kesehatan di wilayah tersebut.
PPDS Untan direncanakan meluncurkan beberapa bidang spesialisasi, antara lain:
- Spesialis Penyakit Dalam
- Spesialis Bedah Umum
- Spesialis Anak
- Spesialis Kebidanan dan Kandungan
- Spesialis Kedokteran Gigi
Setiap program dirancang dengan kurikulum yang selaras dengan standar nasional, didukung oleh fasilitas klinik rumah sakit mitra, serta melibatkan dosen yang memiliki pengalaman praktis di lapangan. Pemerintah berjanji memberikan beasiswa penuh bagi calon dokter spesialis yang berkomitmen mengabdi di daerah selama minimal lima tahun setelah lulus.
Wamen menambahkan bahwa percepatan proses akreditasi dan penempatan dosen tetap menjadi prioritas. “Kami berkoordinasi dengan Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dan Lembaga Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) untuk memastikan bahwa PPDS Untan dapat beroperasi secara optimal dalam waktu singkat,” ujarnya.
Dengan target menambah 200 dokter spesialis dalam tiga tahun ke depan, diharapkan beban kerja dokter umum yang selama ini menangani kasus spesialis dapat berkurang, sekaligus meningkatkan kualitas layanan kesehatan di rumah sakit provinsi, kabupaten, dan kota di Kalimantan Barat.
Selain itu, pemerintah daerah menyiapkan insentif tambahan berupa tunjangan perumahan dan fasilitas pendidikan bagi dokter yang bersedia menetap di daerah terpencil. Kebijakan ini diharapkan dapat menurunkan tingkat migrasi tenaga medis ke kota-kota besar di luar provinsi.