Setapak Langkah – 20 Mei 2026 | Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa Tehran siap menargetkan lebih banyak pesawat milik Amerika Serikat jika kedua negara kembali terlibat konflik bersenjata. Pernyataan itu disampaikan dalam sebuah konferensi pers yang menanggapi ancaman terbaru dari Presiden AS Donald Trump, yang menyatakan niatnya untuk melancarkan serangan balasan terhadap Iran.
Araghchi menegaskan bahwa Iran memiliki kemampuan militer yang cukup untuk menembak jatuh pesawat-pesawat musuh, termasuk yang beroperasi di wilayah udara internasional di sekitar Teluk Persia. Ia menambahkan bahwa Iran tidak akan ragu menggunakan sistem pertahanan udara dan rudal anti‑pesawat yang telah dipasang di berbagai pangkalan strategis.
Ancaman Trump muncul setelah beberapa insiden udara yang meningkatkan ketegangan antara kedua negara, seperti penangkapan drone Iran oleh pasukan AS dan penembakan pesawat tak berawak Amerika di atas wilayah perbatasan Iran. Kedua belah pihak saling menuduh melanggar kedaulatan dan menyiapkan serangan balasan.
- Konteks historis: Hubungan militer Iran‑AS telah tegang sejak revolusi 1979, dengan serangkaian sanksi ekonomi dan konfrontasi militer.
- Kekuatan pertahanan udara Iran: Iran mengoperasikan sistem S-300, Tor, dan berbagai rudal permukaan‑ke‑udara yang dapat menembak jatuh pesawat berkecepatan tinggi.
- Risiko eskalasi: Jika kedua pihak terlibat pertempuran udara, kemungkinan korban sipil dan kerusakan infrastruktur kritis akan meningkat signifikan.
Para pengamat keamanan menilai bahwa pernyataan keras seperti ini biasanya bersifat deterrent, yakni untuk menegaskan bahwa Iran tidak akan menerima serangan tanpa balasan. Namun, mereka memperingatkan bahwa eskalasi militer dapat memperburuk situasi regional dan menimbulkan konsekuensi yang tidak diinginkan bagi stabilitas Timur Tengah.
Sejauh ini, belum ada tindakan militer konkret yang diambil setelah pernyataan tersebut, namun kedua negara tetap meningkatkan kesiapan operasional mereka. Komunitas internasional, termasuk PBB, menyerukan dialog untuk menghindari konfrontasi yang dapat berujung pada kerugian besar bagi semua pihak.