Setapak Langkah – 20 Mei 2026 | Nilai tukar rupiah masih memiliki ruang untuk menguat bila konversi devisa hasil ekspor (DHE) dimaksimalkan. Para ekonom menegaskan bahwa kebijakan intervensi Bank Indonesia (BI) saja tidak cukup bila eksportir terus menahan valuta asing (valas) di tengah pelemahan rupiah.
Sejak awal tahun, rupiah berada di kisaran yang lemah akibat tekanan eksternal, termasuk kebijakan moneter global dan fluktuasi harga komoditas. BI telah melakukan intervensi di pasar spot dan forward, namun dampaknya terbatas karena likuiditas valas yang belum optimal masuk ke pasar domestik.
Ekonom senior menyoroti dua faktor utama yang dapat memperkuat rupiah:
- Konversi DHE secara cepat: Mengubah pendapatan ekspor menjadi rupiah sesegera mungkin meningkatkan pasokan mata uang asing di pasar, menurunkan tekanan jual rupiah.
- Pengurangan penahanan valas oleh eksportir: Jika eksportir tidak menahan dolar atau euro dalam rekening luar negeri, aliran devisa ke dalam negeri akan meningkat, memperkuat cadangan devisa dan menstabilkan nilai tukar.
Beberapa rekomendasi kebijakan yang diajukan antara lain:
- Memberikan insentif fiskal bagi eksportir yang segera mengkonversi pendapatan valas ke rupiah, seperti pengurangan pajak atau subsidi biaya konversi.
- Meningkatkan transparansi dan kecepatan proses pencairan devisa melalui sistem perbankan yang terintegrasi.
- Melakukan koordinasi yang lebih intens antara BI, Kementerian Keuangan, dan asosiasi eksportir untuk menghindari penimbunan valas di luar negeri.
Jika langkah-langkah tersebut diimplementasikan, BI dapat memperkuat posisi intervensinya, karena aliran masuk devisa yang lebih besar akan memperkecil kebutuhan intervensi besar-besaran. Hal ini juga akan mendukung stabilitas harga komoditas impor serta menurunkan tekanan inflasi.
Secara keseluruhan, penguatan rupiah tidak dapat hanya mengandalkan intervensi pasar oleh BI. Keterlibatan aktif sektor ekspor dalam menyalurkan devisa menjadi kunci utama untuk menciptakan dinamika nilai tukar yang lebih stabil dan berkelanjutan.