Setapak Langkah – 20 Mei 2026 | Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk tahun anggaran 2026 menunjukkan perbaikan signifikan. Pada akhir April 2024, defisit tercatat sebesar Rp 164,4 triliun, turun menjadi 0,64 % dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini lebih rendah dibandingkan perkiraan sebelumnya yang berada di kisaran 0,8 %‑0,9 % PDB.
Penurunan tersebut mencerminkan efektivitas langkah-langkah fiskal yang diambil pemerintah sejak awal tahun, antara lain peningkatan penerimaan pajak, optimalisasi belanja modal, serta pengendalian belanja operasional. Selain itu, kebijakan pemulihan ekonomi pasca‑pandemi turut memperkuat basis pendapatan negara.
| Ukuran | Nilai |
|---|---|
| Defisit APBN (30 April 2024) | Rp 164,4 triliun |
| Persentase terhadap PDB | 0,64 % |
| Target Defisit 2026 | 0,75 %– 0,85 % PDB |
Dengan defisit berada di bawah target jangka menengah, pemerintah berharap dapat melanjutkan kebijakan fiskal yang berkelanjutan serta menjaga stabilitas makroekonomi. Namun, Purbaya menekankan perlunya tetap waspada terhadap risiko eksternal, seperti fluktuasi harga komoditas dan ketegangan geopolitik yang dapat memengaruhi arus pendapatan negara.
Ke depan, Kementerian Keuangan akan terus memantau realisasi anggaran, memperkuat basis pajak, dan meninjau kembali prioritas belanja untuk memastikan defisit tetap berada dalam batas yang dapat diterima dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif.