Setapak Langkah – 20 Mei 2026 | Menteri Pertanian Indonesia menegaskan bahwa sektor pertanian menjadi penopang utama perekonomian nasional di tengah penguatan nilai dolar Amerika Serikat serta ketidakpastian kondisi ekonomi global.
Data resmi Kementerian Pertanian menunjukkan bahwa produksi utama seperti beras, jagung, kedelai, dan komoditas hortikultura mengalami peningkatan signifikan. Produksi beras naik sekitar 4,2 % dibandingkan tahun sebelumnya, sementara ekspor beras mencatat pertumbuhan 3,8 % pada kuartal pertama 2024. Komoditas lain seperti jagung dan kedelai juga mencatat kenaikan produksi di atas 3 % serta peningkatan nilai ekspor masing‑masing 2,9 % dan 3,2 %.
Pemerintah telah meluncurkan serangkaian kebijakan untuk memperkuat daya saing pertanian, antara lain:
- Peningkatan subsidi pupuk dan bahan bakar pertanian untuk menurunkan biaya produksi.
- Pembiayaan murah melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus bagi petani kecil.
- Pengembangan jaringan irigasi dan rehabilitasi lahan kering.
- Promosi pasar ekspor melalui perjanjian dagang bilateral dan partisipasi dalam pameran internasional.
Berikut rangkuman pertumbuhan produksi dan ekspor beberapa komoditas unggulan:
| Komoditas | Pertumbuhan Produksi (%) | Pertumbuhan Ekspor (%) |
|---|---|---|
| Ber | 4,2 | 3,8 |
| Jagung | 3,5 | 2,9 |
| Kedelai | 3,1 | 3,2 |
| Buah-buahan tropis | 2,8 | 4,1 |
Meski demikian, sektor pertanian masih menghadapi tantangan berupa fluktuasi nilai tukar yang dapat mempengaruhi biaya impor input produksi, tingginya biaya logistik, serta dampak perubahan iklim yang mengancam produktivitas. Oleh karena itu, Kementerian terus mendorong inovasi teknologi pertanian, seperti penggunaan varietas tahan stres dan sistem pertanian presisi.
Dengan produksi dan ekspor yang terus meningkat, pertanian diharapkan tetap menjadi bantalan ekonomi yang kuat, membantu menyeimbangkan neraca perdagangan dan memberikan stabilitas bagi petani serta masyarakat luas di tengah dinamika pasar global.