Setapak Langkah – 20 Mei 2026 | Musyrif Dini, Asrorun Niam Sholeh, yang membawahi Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), menyampaikan pesan penting kepada seluruh calon jamaah haji Indonesia. Dalam sebuah pertemuan yang dihadiri oleh para petugas haji, ulama, dan perwakilan komunitas, Musyrif Dini menekankan bahwa ibadah haji bukan sekadar ritual fisik, melainkan kesempatan emas untuk melakukan transformasi spiritual dan moral.
Untuk memaksimalkan potensi perbaikan diri selama pelaksanaan ibadah, Musyrif Dini mengusulkan beberapa langkah praktis yang dapat diikuti oleh jamaah:
- Introspeksi sebelum berangkat: Luangkan waktu untuk menuliskan tujuan spiritual pribadi, mengidentifikasi kebiasaan yang ingin diubah, dan menetapkan target perbaikan.
- Meningkatkan kualitas doa: Fokus pada khushu’ dalam shalat, zikir, dan doa khusus untuk memohon ampun serta petunjuk.
- Menjaga perilaku sosial: Terapkan sikap sabar, tolong-menolong, dan menghindari konflik selama berada di Mekah dan Madinah.
- Belajar dari para sahabat: Pelajari contoh-contoh keteladanan Nabi Muhammad SAW dan para sahabat dalam menghadapi tantangan haji.
- Evaluasi pasca haji: Setelah kembali, susun laporan pribadi mengenai perubahan yang dirasakan dan rencanakan langkah lanjutan untuk mempertahankan kebiasaan baik.
Musyrif Dini juga menegaskan pentingnya dukungan keluarga dan masyarakat dalam proses perbaikan diri ini. Ia mengajak para pemuka agama, tokoh masyarakat, serta lembaga pendidikan untuk memberikan bimbingan berkelanjutan, sehingga perubahan positif yang diraih selama haji dapat berlanjut dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan menempatkan haji sebagai momentum perbaikan diri, diharapkan generasi muda Indonesia tidak hanya kembali dengan sertifikat ibadah, tetapi juga dengan karakter yang lebih kuat, etos kerja yang tinggi, dan kepedulian sosial yang lebih mendalam.