Setapak Langkah – 19 Mei 2026 | Menanggapi kritik yang dilontarkan media ekonomi asal Inggris, The Economist, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa kondisi ekonomi Indonesia masih berada pada posisi yang baik dan layak mendapatkan apresiasi.
The Economist menyoroti beberapa kebijakan fiskal pemerintah, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta inisiatif Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes), dengan menilai beban anggaran yang meningkat dan potensi risiko inflasi. Menurut Purbaya, penilaian tersebut belum memperhitungkan data makroekonomi terbaru.
Dalam pernyataannya, Purbaya menegaskan bahwa defisit anggaran pada tahun berjalan masih berada dalam batas yang telah ditetapkan, rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) tetap terkendali, serta pertumbuhan ekonomi tetap stabil di atas target. Ia menambahkan bahwa program MBG dan Kopdes dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan sosial tanpa mengorbankan keseimbangan fiskal.
“Kita berada pada posisi yang kuat. Program sosial seperti MBG dan Kopdes memang menambah beban, tetapi mereka juga berkontribusi pada peningkatan produktivitas dan daya beli masyarakat,” ujar Purbaya. “Sebagai pihak yang mengamati, seharusnya mereka memberikan pujian atas upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas sekaligus memperluas jangkauan kesejahteraan,” tambahnya.
Selain itu, Menteri Keuangan menekankan pentingnya dialog konstruktif antara pemerintah dan media internasional. Ia berharap kritik yang membangun dapat menjadi bahan evaluasi, namun tidak mengaburkan realitas positif yang tengah dialami Indonesia.