Setapak Langkah – 19 Mei 2026 | Fenomena liburan multigenerasi—perjalanan yang melibatkan tiga generasi atau lebih sekaligus—kian populer di kalangan masyarakat Indonesia. Menurut Pauline Suharno, Ketua Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO), tren ini dipicu oleh perubahan pola konsumsi, peningkatan daya beli, serta keinginan kuat untuk mempererat ikatan keluarga.
Berbagai faktor mendukung pertumbuhan liburan multigenerasi. Pertama, generasi milenial dan Gen Z kini lebih mengutamakan pengalaman bersama keluarga daripada sekadar liburan singkat. Kedua, paket wisata yang disesuaikan untuk semua usia memudahkan perencanaan, mulai dari akomodasi yang ramah anak hingga aktivitas yang aman bagi lansia. Ketiga, perkembangan infrastruktur transportasi dan destinasi wisata di seluruh Indonesia membuat perjalanan jarak jauh menjadi lebih terjangkau.
Berikut beberapa keuntungan yang diidentifikasi oleh para pelaku industri travel:
- Penguatan hubungan emosional—Berbagi momen bersama tiga generasi meningkatkan rasa kebersamaan dan menurunkan stres.
- Efisiensi biaya—Paket grup keluarga biasanya menawarkan diskon khusus, sehingga total pengeluaran per orang lebih rendah.
- Pengenalan budaya lokal—Anak‑anak dapat belajar nilai-nilai budaya secara langsung dari orang tua dan kakek‑nenek selama perjalanan.
- Pengalaman yang lebih beragam—Destinasi yang menawarkan aktivitas ringan hingga petualangan ekstrem dapat memuaskan kebutuhan semua anggota keluarga.
Data internal ASTINDO menunjukkan peningkatan permintaan paket wisata multigenerasi sebesar 27 % dalam satu tahun terakhir. Destinasi populer meliputi kawasan pegunungan, pantai berpasir putih, serta kota bersejarah yang menawarkan fasilitas ramah lansia.
Untuk mengoptimalkan pengalaman, agen perjalanan disarankan menyiapkan itinerari fleksibel, menyediakan layanan transportasi yang mudah diakses, serta memastikan akomodasi memiliki fasilitas medis dasar. Penawaran tambahan seperti paket asuransi perjalanan keluarga dan layanan pemandu wisata yang berpengalaman juga menjadi nilai tambah.
Dengan tren ini terus berkembang, industri pariwisata diproyeksikan akan melihat peningkatan kontribusi terhadap PDB nasional, terutama pada sektor akomodasi, transportasi, dan kuliner lokal. Pemerintah dan pelaku usaha diharapkan dapat berkolaborasi lebih intens untuk menciptakan ekosistem wisata yang inklusif, aman, dan berkelanjutan bagi semua generasi.