Setapak Langkah – 18 Mei 2026 | Perum Bulog menegaskan kembali komitmennya dalam menjaga stabilitas pangan nasional dengan memastikan beras yang masuk dalam Satuan Pengawasan Harga Pangan (SPHP) tetap dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan oleh pejabat Bulog pada konferensi pers yang diadakan pada awal pekan ini.
Untuk mencapai tujuan tersebut, Bulog melakukan serangkaian langkah strategis, antara lain meningkatkan pasokan beras melalui pembelian dari petani lokal, mengoptimalkan distribusi ke jaringan pasar tradisional, serta menyesuaikan harga jual beras SPHP secara berkala agar tidak melampaui batas maksimal yang telah ditetapkan pemerintah.
Berikut adalah perkiraan harga beras SPHP yang dijual di beberapa wilayah pada kuartal pertama 2024:
| Wilayah | Harga Beras SPHP (Rp/kg) |
|---|---|
| Jabodetabek | 13.200 |
| Jawa Barat | 13.150 |
| Jawa Tengah | 13.100 |
| Sumatera Utara | 13.250 |
Data tersebut menunjukkan bahwa harga beras SPHP berada di kisaran yang relatif stabil, dengan variasi tidak lebih dari Rp150 per kilogram antar wilayah. Stabilitas harga ini diharapkan dapat meringankan beban rumah tangga, terutama bagi kelompok ekonomi menengah ke bawah yang sangat bergantung pada beras sebagai bahan pokok.
Bulog juga menambahkan bahwa kebijakan subsidi silang dan penyesuaian tarif distribusi akan terus dioptimalkan untuk menekan biaya logistik, sehingga manfaat penurunan harga dapat dirasakan hingga ke konsumen akhir. Selanjutnya, Bulog berkomitmen untuk terus memantau dinamika pasar beras secara real time, sehingga dapat melakukan intervensi cepat bila terjadi fluktuasi harga yang signifikan.
Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan stabilitas harga beras SPHP dapat terus terjaga, mendukung ketahanan pangan nasional, dan memberikan kepastian ekonomi bagi masyarakat luas.