Setapak Langkah – 18 Mei 2026 | Primus Yustisio, anggota DPRD Jawa Barat, kembali mengkritik kebijakan Bank Indonesia (BI) setelah nilai tukar rupiah jatuh ke level Rp 17.700 per dolar AS. Dalam pernyataan yang disampaikan lewat media sosial, Primus menilai penurunan nilai tukar tersebut mengancam kepercayaan investor serta stabilitas ekonomi nasional.
- Menurunnya nilai tukar memicu inflasi impor.
- Investor asing cenderung mengalihkan dana ke mata uang yang lebih stabil.
- Kebijakan suku bunga dan intervensi pasar belum cukup efektif.
Berikut data perbandingan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dalam tiga bulan terakhir:
| Bulan | Kurs (Rp/USD) |
|---|---|
| Januari 2024 | Rp 15.300 |
| Februari 2024 | Rp 15.950 |
| Maret 2024 | Rp 16.400 |
| April 2024 | Rp 17.100 |
| Mei 2024 | Rp 17.700 |
Primus menutup pernyataannya dengan menekankan pentingnya tindakan cepat demi menjaga kredibilitas Indonesia di pasar global. Ia mengingatkan bahwa kegagalan mengendalikan nilai tukar dapat berujung pada krisis kepercayaan yang lebih luas, sehingga “saatnya Bapak mengundurkan diri” menjadi seruan yang tak dapat diabaikan.