Setapak Langkah – 18 Mei 2026 | Rusia mengumumkan kelanjutan proyek eksplorasi dan produksi migas di Blok Tuna, Natuna, setelah sebelumnya mengalami penundaan selama beberapa tahun. Pemerintah Indonesia memberikan dukungan penuh, menargetkan dimulainya fase pengembangan pada Juni 2026.
Proyek ini diharapkan menjadi salah satu titik fokus dalam upaya diversifikasi sumber energi nasional, sekaligus memperkuat kerja sama energi bilateral antara Rusia dan Indonesia. Investasi baru yang akan masuk mencakup teknologi terkini untuk meningkatkan efisiensi ekstraksi serta pengembangan infrastruktur pendukung.
Poin penting terkait proyek:
- Target produksi awal diperkirakan mencapai 30.000 barel minyak per hari pada tahun 2028.
- Investasi total diperkirakan mencapai US$1,5 miliar, dengan sebagian besar dana berasal dari perusahaan energi Rusia.
- Pemerintah Indonesia akan menyediakan regulasi yang memudahkan perizinan serta akses ke fasilitas logistik di wilayah Natuna.
- Proyek ini selaras dengan rencana Indonesia untuk menambah kapasitas produksi migas nasional sebesar 10% dalam dekade berikutnya.
Dengan dimulainya fase pengembangan pada pertengahan 2026, diharapkan proyek Blok Tuna akan memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan negara serta menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat setempat.