Setapak Langkah – 18 Mei 2026 | Para menteri keuangan dan gubernur bank sentral negara anggota G7 memulai pertemuan di Paris pada Senin, 17 Mei 2026. Pertemuan ini dirancang untuk menanggapi dua tantangan utama yang mengancam stabilitas ekonomi global: lonjakan harga minyak mentah dan percepatan pengembangan kecerdasan buatan (AI) yang dapat menimbulkan risiko sistemik.
Agenda utama pertemuan meliputi:
- Menganalisis faktor-faktor yang memicu kenaikan harga minyak, termasuk ketegangan geopolitik di wilayah penghasil energi dan gangguan rantai pasok.
- Merumuskan kebijakan koordina sion fiskal dan moneter guna menahan tekanan inflasi yang dipicu oleh harga energi yang tinggi.
- Mengidentifikasi potensi risiko AI, terutama dalam bidang keuangan, keamanan siber, dan pasar tenaga kerja.
- Menyusun kerangka kerja internasional untuk regulasi AI yang seimbang antara inovasi dan perlindungan publik.
Para pejabat menyoroti bahwa harga minyak telah melampaui US$110 per barel, meningkat lebih dari 15% dalam tiga bulan terakhir. Kenaikan ini menambah beban inflasi di banyak negara, memaksa bank sentral untuk mempertimbangkan penyesuaian suku bunga lebih cepat daripada yang direncanakan.
Di samping itu, perkembangan AI generatif menimbulkan kekhawatiran tentang penyalahgunaan data, manipulasi pasar, dan ketidakstabilan sistem keuangan. G7 bertekad untuk mengembangkan standar etika dan mekanisme pengawasan yang dapat diadopsi secara global.
Hasil pertemuan diharapkan menghasilkan pernyataan bersama yang menegaskan komitmen G7 untuk menjaga kestabilan energi, mengendalikan inflasi, dan membangun regulasi AI yang proaktif. Langkah-langkah konkret termasuk pembentukan grup kerja khusus, penyusunan rekomendasi kebijakan bagi lembaga internasional, dan penetapan jalur komunikasi reguler antara otoritas keuangan dan teknologi.