Setapak Langkah – 16 Mei 2026 | Pemerintah Indonesia mempercepat penyelesaian fase kedua program Sekolah Rakyat, yang mencakup 104 titik pembangunan di seluruh wilayah negara. Pada akhir April 2024, total tenaga kerja yang terlibat dalam proyek ini telah mencapai 59.541 orang, mencakup tenaga ahli, pekerja terampil, serta tenaga harian.
Cakupan dan Jadwal Pembangunan
Proyek tahap II menargetkan selesainya semua sekolah pada Juni 2026. Berikut rincian singkat jadwal utama:
| Tahun | Kegiatan Utama |
|---|---|
| 2024 | Penyelesaian perencanaan dan pengadaan bahan |
| 2025 | Pembangunan struktural di lebih dari setengah lokasi |
| 2026 | Finalisasi konstruksi dan penyerahan ke Dinas Pendidikan |
Tenaga Kerja yang Diserap
Jumlah 59.541 pekerja terbagi menjadi beberapa kategori:
- Tenaga teknik (arsitek, insinyur) – sekitar 12 %.
- Pekerja konstruksi (tukang, mandor, operator alat) – sekitar 55 %.
- Staf administrasi dan manajemen proyek – sekitar 8 %.
- Tenaga pendukung (logistik, keamanan, kebersihan) – sekitar 25 %.
Dampak Ekonomi
Dengan melibatkan lebih dari lima puluh ribu pekerja, program ini memberikan kontribusi signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di sektor konstruksi, sekaligus menstimulasi permintaan bahan bangunan, transportasi, dan layanan terkait. Diperkirakan, nilai tambah ekonomi regional yang dihasilkan dapat mencapai miliaran rupiah selama masa pengerjaan.
Selain itu, penyelesaian Sekolah Rakyat diharapkan meningkatkan akses pendidikan, yang pada jangka panjang akan menurunkan tingkat pengangguran muda dan memperkuat kualitas sumber daya manusia.
Tantangan dan Prospek
Beberapa kendala yang masih perlu diatasi meliputi ketersediaan material konstruksi yang stabil, koordinasi antar‑instansi, serta memastikan standar kualitas bangunan. Namun, dukungan anggaran yang kuat dan komitmen politik dipandang mampu menjaga agar target Juni 2026 tercapai.
Keberhasilan program ini dapat menjadi model bagi inisiatif infrastruktur serupa di sektor lain, seperti kesehatan dan transportasi, serta memperkuat posisi Indonesia dalam agenda pembangunan berkelanjutan.