Setapak Langkah – 04 Mei 2026 | Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa sistem pelayaran atau shipping memegang peran strategis dalam menjaga stabilitas pasokan energi di Indonesia. Sistem ini mencakup jaringan kapal tanker, kapal kargo, dan fasilitas penunjang yang beroperasi di seluruh wilayah laut Nusantara.
Berbekal armada modern dan jaringan pelabuhan yang tersebar, perusahaan dapat memastikan bahwa bahan bakar minyak (BBM) serta produk minyak dan gas dapat diangkut dengan aman dan tepat waktu, baik untuk memenuhi kebutuhan domestik maupun untuk ekspor.
Fungsi utama sistem pelayaran
- Menjamin kontinuitas suplai BBM ke daerah-daerah terpencil.
- Mengoptimalkan rantai pasok dari kilang ke terminal distribusi.
- Menjaga keamanan transportasi dari potensi gangguan, termasuk cuaca ekstrem dan ancaman keamanan.
- Mendukung kebijakan energi nasional dalam mengurangi ketergantungan impor.
Strategi penguatan jaringan laut
Pertamina Patra Niaga mengimplementasikan beberapa strategi kunci, antara lain:
- Peningkatan kapasitas armada dengan menambah kapal tanker berkapasitas besar.
- Peningkatan teknologi navigasi dan monitoring berbasis sistem digital untuk mengurangi risiko keterlambatan.
- Kolaborasi dengan otoritas pelabuhan dan lembaga keamanan maritim untuk memperkuat prosedur keselamatan.
- Pengembangan pelabuhan penunjang di wilayah strategis, seperti Sulawesi, Kalimantan, dan Papua.
Data kapasitas armada (per 2023)
| Tipe Kapal | Jumlah | Kapasitas (dalam ribu DWT) |
|---|---|---|
| Tanker Crude | 12 | 180 |
| Tanker Produk | 18 | 150 |
| Kapal Kargo | 9 | 90 |
Dengan kapasitas total lebih dari 420 ribu deadweight ton, armada ini mampu menyalurkan energi ke lebih dari 200 titik distribusi di seluruh kepulauan.
Ke depannya, Pertamina berkomitmen untuk terus memperluas jaringan pelayaran, mengadopsi teknologi ramah lingkungan seperti bahan bakar bersih, serta meningkatkan koordinasi dengan pemerintah guna mengantisipasi tantangan logistik di masa mendatang.