Setapak Langkah – 02 Mei 2026 | Gelombang panas yang melanda banyak wilayah akhir-akhir ini tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan, tetapi juga dapat memengaruhi sistem endokrin manusia. Peningkatan suhu lingkungan secara signifikan dapat mengganggu produksi dan regulasi hormon, sehingga menimbulkan beragam keluhan kesehatan.
Dr. Rashi Agarwal, wakil konsultan endokrinologi di Rumah Sakit Sir HN Reliance, India, menjelaskan bahwa paparan suhu tinggi selama periode yang lama dapat memicu respon stres termal pada tubuh. Respon ini memicu pelepasan hormon stres seperti kortisol, sekaligus memengaruhi hormon lain yang berperan penting dalam metabolisme, reproduksi, dan regulasi suhu tubuh.
Berikut ini beberapa hormon yang paling rentan terhadap pengaruh suhu ekstrem:
| Hormon | Fungsi Utama | Pengaruh Panas |
|---|---|---|
| Kortisol | Mengatur stres dan metabolisme glukosa | Peningkatan produksi, dapat menyebabkan hiperglikemia |
| Insulin | Mengontrol kadar gula darah | Resistensi meningkat, meningkatkan risiko hiperglikemia |
| Tiroid (T3, T4) | Menjaga laju metabolisme basal | Penurunan sekresi, mengakibatkan kelelahan |
| Estrogen & Testosteron | Berperan dalam fungsi reproduksi | Gangguan produksi, dapat memengaruhi siklus menstruasi dan libido |
Gejala yang biasanya muncul pada individu yang terpapar panas berlebih meliputi:
- Kelelahan berlebihan dan rasa lemah
- Peningkatan rasa haus serta urin yang lebih sering
- Gangguan tidur
- Perubahan nafsu makan
- Fluktuasi berat badan
- Gangguan siklus menstruasi pada wanita
Untuk meminimalkan dampak negatif suhu tinggi terhadap keseimbangan hormon, beberapa langkah pencegahan dapat diterapkan:
- Pastikan asupan cairan cukup, terutama air putih, untuk menjaga hidrasi.
- Hindari aktivitas berat pada jam-jam terpanas (biasanya antara pukul 12.00–16.00).
- Manfaatkan pendinginan ruangan, kipas angin, atau mandi air hangat untuk menurunkan suhu tubuh.
- Konsumsi makanan kaya antioksidan seperti buah beri, sayuran hijau, dan kacang-kacangan untuk membantu mengurangi stres oksidatif.
- Jika mengalami gejala yang mengganggu atau memiliki kondisi medis kronis, segera konsultasikan dengan tenaga medis untuk evaluasi hormon.
Dengan memperhatikan faktor-faktor di atas, masyarakat dapat melindungi diri dari gangguan hormonal yang disebabkan oleh cuaca panas ekstrem, sekaligus menjaga kesehatan secara menyeluruh.