Setapak Langkah – 02 Mei 2026 | Amman Mineral mencatat lonjakan kinerja pada kuartal pertama tahun 2026, dengan produksi bijih meningkat signifikan serta laba bersih kembali berada di zona positif. Peningkatan ini merupakan hasil dari strategi optimalisasi proses hilirisasi dan perluasan kapasitas produksi yang diterapkan sejak akhir 2025.
Berikut data kunci yang dicapai selama tiga bulan pertama 2026:
| Indikator | Nilai |
|---|---|
| Produksi bijih (ton) | 1,200,000 |
| Laba bersih | USD 163 juta |
Produksi bijih naik sekitar 15 % dibandingkan kuartal yang sama tahun lalu, didorong oleh peningkatan efisiensi penambangan dan penambahan unit pemrosesan baru di lokasi tambang utama. Sementara itu, laba bersih yang berbalik positif mencerminkan penurunan biaya operasional serta peningkatan margin penjualan hasil olahan mineral.
Strategi hilirisasi yang sedang berjalan mencakup pembangunan pabrik pengolahan tambahan dan integrasi rantai pasok yang lebih ketat, memungkinkan perusahaan menjual produk bernilai tambah tinggi ke pasar internasional. Ekspansi ini diperkirakan akan meningkatkan pendapatan tahunan sebesar 20 % hingga akhir 2026.
Para analis pasar menilai bahwa kinerja positif Amman Mineral dapat menstimulasi kepercayaan investor terhadap sektor pertambangan Indonesia, khususnya dalam konteks kebijakan pemerintah yang mendukung nilai tambah mineral domestik. Jika tren ini berlanjut, perusahaan diproyeksikan dapat mencapai laba bersih tahunan melebihi USD 600 juta pada akhir periode 2026.
Dengan dasar produksi yang kuat dan profitabilitas yang kembali menguat, Amman Mineral berada pada posisi yang strategis untuk memanfaatkan peluang pertumbuhan di pasar global, sekaligus berkontribusi pada target pemerintah meningkatkan nilai tambah mineral nasional.