Setapak Langkah – 02 Mei 2026 | PT Astra International Tbk (ASII) melaporkan laba bersih pada kuartal pertama tahun 2026 sebesar Rp 5,85 triliun, setelah dilakukan koreksi double digit yang menurunkan angka sebelumnya.
Koreksi tersebut mencerminkan penyesuaian pada beberapa pos pendapatan dan beban, termasuk penurunan hasil penjualan kendaraan dan penyesuaian nilai tukar mata uang asing.
| Parameter | Kuartal I 2026 | Kuartal I 2025 |
|---|---|---|
| Laba Bersih | Rp 5,85 Triliun | Rp 6,70 Triliun |
| Pendapatan | Rp 55,30 Triliun | Rp 56,80 Triliun |
| EBITDA | Rp 9,20 Triliun | Rp 10,10 Triliun |
Penurunan laba bersih sebesar hampir 13% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor, mengingat Astra International merupakan salah satu kontributor utama indeks saham di Bursa Efek Indonesia.
Beberapa faktor yang memengaruhi hasil tersebut antara lain:
- Penurunan penjualan mobil di pasar domestik akibat persaingan yang semakin ketat.
- Fluktuasi nilai tukar rupiah yang mengurangi nilai konversi penjualan luar negeri.
- Peningkatan biaya operasional pada unit-unit bisnis non-otomotif.
Meskipun demikian, manajemen perusahaan menegaskan komitmen untuk meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat portofolio bisnis, termasuk investasi di sektor energi terbarukan dan teknologi digital.
Analisis pasar memperkirakan bahwa laba bersih Astra International dapat kembali stabil pada kuartal berikutnya jika permintaan kendaraan domestik pulih dan strategi diversifikasi bisnis berhasil diimplementasikan.