Setapak Langkah – 01 Mei 2026 | Gubernur Jawa Barat bersama jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) secara resmi mengumumkan penetapan tanggal 18 Mei setiap tahunnya sebagai Hari Tatar Sunda. Keputusan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat identitas budaya Sunda serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang nilai‑nilai tradisional yang telah menjadi bagian penting dari warisan daerah.
Penetapan hari tersebut didasarkan pada upaya melestarikan bahasa, seni, adat, serta kearifan lokal yang selama ini menjadi ciri khas masyarakat Sunda. Dengan mengangkat 18 Mei sebagai hari perayaan, Pemerintah Provinsi berencana menggelar serangkaian kegiatan edukatif, festival budaya, dan lomba‑lomba tradisional yang melibatkan komunitas, sekolah, serta lembaga kebudayaan.
Berikut adalah rangkaian program utama yang direncanakan pada peringatan Hari Tatar Sunda pertama:
- Festival Seni dan Musik Sunda: pertunjukan gamelan, angklung, serta tari tradisional di beberapa kota besar Jawa Barat.
- Lomba Cerita Rakyat dan Puisi: mengundang generasi muda menulis kembali kisah-kisah klasik dalam bahasa Sunda.
- Pameran Kriya dan Kerajinan: menampilkan anyaman, batik, serta kerajinan tangan yang memanfaatkan motif tradisional.
- Workshop Bahasa Sunda: kelas singkat bagi warga non‑Sunda yang ingin mempelajari dasar‑dasar bahasa dan percakapan sehari‑hari.
- Seminar Kebudayaan: diskusi panel yang melibatkan akademisi, budayawan, dan tokoh masyarakat membahas tantangan pelestarian budaya di era digital.
Pemprov Jabar menegaskan bahwa perayaan ini tidak hanya bersifat simbolis, melainkan juga bertujuan meningkatkan pariwisata budaya serta menciptakan peluang ekonomi kreatif bagi pengrajin lokal. Dengan mengintegrasikan unsur edukasi dan hiburan, diharapkan Hari Tatar Sunda menjadi momentum tahunan yang dapat menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara.
Gubernur Jawa Barat menyatakan, “Penetapan 18 Mei sebagai Hari Tatar Sunda adalah wujud komitmen pemerintah untuk menjaga dan mengembangkan kebudayaan Sunda agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman. Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam rangkaian kegiatan ini.”
Seiring dengan pelaksanaan pertama, Pemerintah Provinsi juga membuka peluang bagi organisasi kemasyarakatan, lembaga pendidikan, serta pihak swasta untuk berkolaborasi dalam penyusunan program dan pendanaan. Diharapkan, dalam beberapa tahun ke depan, Hari Tatar Sunda dapat menjadi agenda tahunan yang konsisten dan berdampak positif bagi identitas budaya Jawa Barat.