Setapak Langkah – 01 Mei 2026 | Heru Sutadi, seorang pengamat telekomunikasi, menilai keputusan platform game Roblox untuk mematuhi sepenuhnya Peraturan Pemerintah (PP) Tunas sebagai langkah nyata menghormati perlindungan anak di dunia maya. Menurutnya, kepatuhan ini menunjukkan komitmen industri game terhadap regulasi yang dirancang khusus untuk melindungi pengguna di bawah umur.
PP Tunas, yang dikeluarkan pemerintah Indonesia, mengatur standar keamanan dan perlindungan data bagi anak-anak dalam penggunaan layanan digital. Regulasi ini menekankan pentingnya verifikasi usia, pembatasan konten yang tidak sesuai, serta pelaporan aktivitas yang berpotensi merugikan anak.
Roblox, sebagai salah satu platform game terbesar dengan jutaan pemain aktif, telah mengimplementasikan beberapa langkah strategis untuk menyesuaikan diri dengan ketentuan tersebut, antara lain:
- Penguatan sistem verifikasi usia melalui identitas resmi.
- Penyaringan konten yang dapat diakses oleh pemain di bawah 13 tahun.
- Pembentukan tim moderasi khusus yang bertugas memantau aktivitas dan laporan penyalahgunaan.
- Pelaporan rutin kepada regulator tentang upaya perlindungan anak.
Heru menekankan bahwa langkah-langkah ini tidak hanya memenuhi persyaratan hukum, tetapi juga meningkatkan kepercayaan orang tua dan masyarakat terhadap ekosistem game online. “Kepatuhan Roblox pada PP Tunas adalah contoh konkret bagaimana pelaku industri dapat berperan aktif dalam menciptakan lingkungan digital yang aman bagi generasi muda,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa perlindungan anak tidak berhenti pada regulasi, melainkan memerlukan kolaborasi antara pemerintah, penyedia layanan, orang tua, dan edukasi pengguna. Dengan demikian, ekosistem digital dapat tumbuh secara sehat dan produktif.