Setapak Langkah – 01 Mei 2026 | Bank Negara Indonesia (BNI) mencatatkan kinerja keuangan yang kuat pada kuartal I 2026, dengan pertumbuhan laba bersih dan pendapatan yang signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
- Fundamental kinerja: rasio kecukupan modal (CAR) tetap di atas 20%, rasio non-performing loan (NPL) menurun menjadi 2,1%, dan efisiensi biaya operasional (CRO) membaik menjadi 52,3%.
- Transformasi bisnis: digitalisasi layanan perbankan meningkat, dengan transaksi digital naik 35% dan basis nasabah digital mencapai 9,8 juta orang.
Berikut rangkuman indikator kunci kuartal I 2026:
| Indikator | Q1 2026 | Q1 2025 | Pertumbuhan |
|---|---|---|---|
| Pendapatan Usaha | Rp13,5 triliun | Rp12,0 triliun | +12,4% |
| Laba Bersih | Rp4,2 triliun | Rp3,5 triliun | +18,7% |
| CAR | 20,8% | 20,5% | +0,3 ppt |
| NPL | 2,1% | 2,4% | -0,3 ppt |
| CRO | 52,3% | 54,0% | -1,7 ppt |
| Transaksi Digital | 35% YoY | 27% YoY | +8 poin |
Transformasi digital BNI meliputi peluncuran platform perbankan berbasis AI, peningkatan layanan mobile banking, serta integrasi layanan fintech untuk memperluas ekosistem keuangan. Inisiatif ini diharapkan memperkuat posisi BNI dalam persaingan perbankan digital di Indonesia.
Manajemen BNI menegaskan komitmen berkelanjutan untuk meningkatkan profitabilitas sambil menjaga kualitas aset. Dengan fondasi keuangan yang kuat dan agenda transformasi yang terukur, BNI menargetkan pertumbuhan laba bersih tahunan sebesar 15-20% hingga akhir 2026.