Setapak Langkah – 29 April 2026 | Kementerian Kesehatan menyampaikan rasa duka yang mendalam atas meninggalnya seorang staf Unit Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) yang menjadi korban kecelakaan kereta api di wilayah Bekasi Timur.
Staf IGD RSCM yang bernama Dr. Ahmad Fajar (45 tahun) sedang dalam perjalanan pulang setelah menyelesaikan shift malam di rumah sakit. Ia berada di dalam kendaraan yang terlibat ketika kereta meluncur, dan akibat benturan tersebut ia mengalami luka berat yang kemudian dinyatakan meninggal di tempat.
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum dan menegaskan bahwa pemerintah akan memberikan bantuan moral dan material kepada korban serta keluarganya. “Kami turut berduka cita atas kehilangan seorang tenaga medis yang berdedikasi. Pihak Kemenkes siap membantu keluarga dalam proses pemulihan,” ujar beliau dalam pernyataan tertulis.
Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo juga mengirimkan tim medis ke lokasi kejadian dan menyiapkan layanan konseling bagi rekan kerja yang terdampak. Direktur IGD RSCM, dr. Siti Nurhaliza, menambahkan, “Kami akan memastikan dukungan penuh bagi keluarga dan staf yang kehilangan kolega mereka.”
Pihak kepolisian bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah membuka penyelidikan untuk mengidentifikasi penyebab utama kecelakaan, termasuk faktor teknis lintasan dan kelalaian pengguna jalan. Sementara itu, Kementerian Perhubungan dijadwalkan melakukan evaluasi ulang terhadap sistem perlintasan otomatis di daerah tersebut.
Berikut merupakan data singkat tentang korban yang teridentifikasi hingga saat ini:
| Nama | Posisi | Usia |
|---|---|---|
| Dr. Ahmad Fajar | Staf IGD RSCM | 45 |
Kecelakaan ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan di perlintasan kereta api, khususnya bagi pekerja yang sering bepergian pada jam rawan. Pemerintah berkomitmen meningkatkan pengawasan dan mempercepat pemasangan perangkat peringatan otomatis guna mencegah tragedi serupa di masa depan.