Setapak Langkah – 28 April 2026 | El Nino yang diproyeksikan akan mencapai puncaknya pada tahun 2026 diperkirakan akan menimbulkan kondisi cuaca ekstrem di wilayah Indonesia, termasuk penurunan curah hujan yang signifikan dan suhu yang lebih tinggi dari rata‑rata.
Latar Belakang El Nino 2026
Fenomena El Nino merupakan anomali suhu laut di Samudra Pasifik yang memengaruhi pola cuaca global. Model klimatologi terbaru memperkirakan intensitas El Nino 2026 akan berada pada level “Ekstrem”, dengan anomali suhu laut mencapai lebih dari 2,5 °C di atas rata‑rata. Kondisi ini dapat mengganggu sirkulasi atmosfer dan mengurangi pembentukan awan hujan di wilayah tropis.
Potensi Dampak pada Sektor Pangan
Penurunan curah hujan diperkirakan akan mengakibatkan kekeringan pada lahan pertanian, terutama di daerah Jawa, Sumatera, dan Nusa Tenggara. Tanaman padi, jagung, dan kedelai berisiko mengalami penurunan hasil hingga 30 % dibandingkan dengan tahun normal.
Risiko Krisis Air
Kekeringan berkelanjutan dapat menurunkan volume air tawar di waduk dan sungai utama, memperparah tekanan pada sistem penyediaan air bersih. Beberapa kota besar, termasuk Jakarta dan Surabaya, telah memperkirakan kemungkinan penurunan pasokan air sebesar 15‑20 % pada musim kemarau yang dipengaruhi El Nino.
Langkah Mitigasi dan Kebijakan
Pakar iklim menekankan pentingnya tindakan mitigasi dini. Berikut beberapa langkah yang direkomendasikan:
- Pengembangan irigasi tetes dan mikro‑irigasi untuk mengoptimalkan penggunaan air pada lahan pertanian.
- Revitalisasi waduk dan reservoir melalui pengerukan sedimen serta peningkatan kapasitas penyimpanan.
- Peningkatan sistem peringatan dini berbasis satelit untuk memantau anomali curah hujan secara real‑time.
- Edukasi masyarakat tentang konservasi air dan praktik pertanian tahan iklim.
Pemerintah Indonesia telah menyiapkan rencana kontinjensi yang mencakup alokasi dana khusus untuk penanggulangan kekeringan, koordinasi lintas kementerian, serta kerja sama dengan lembaga internasional dalam bidang manajemen sumber daya air.
Jika langkah mitigasi dilaksanakan secara terkoordinasi, risiko terjadinya krisis air yang meluas dapat diminimalisir, sekaligus melindungi ketahanan pangan nasional dari dampak negatif El Nino ekstrem 2026.