Setapak Langkah – 28 April 2026 | Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan) di Provinsi Jawa Tengah menerima total 37.000 usulan pembangunan dengan nilai keseluruhan mencapai Rp37,8 triliun. Usulan tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari infrastruktur dasar hingga program sosial.
Berikut rincian nilai usulan menurut bidang utama:
| Bidang | Nilai Usulan |
|---|---|
| Infrastruktur Desa | Rp13,1 Triliun |
| Sarana Prasarana Kabupaten/Kota | Rp12,5 Triliun |
Dengan dua bidang di atas menyerap lebih dari setengah total anggaran, sisa Rp12,2 triliun dialokasikan untuk sektor lain seperti pendidikan, kesehatan, pertanian, dan pengembangan ekonomi kreatif. Pengumpulan usulan ini merupakan tahap awal dalam proses perencanaan anggaran daerah, yang nantinya akan disusun menjadi Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).
Penguatan infrastruktur desa diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antar wilayah, mempercepat distribusi barang dan jasa, serta mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Sementara itu, investasi pada sarana prasarana kabupaten/kota bertujuan memperbaiki fasilitas publik, memperluas jaringan transportasi, dan meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat.
Seluruh usulan akan dibahas lebih lanjut dalam rapat-rapat teknis Musrenbang, dengan melibatkan perwakilan pemerintah daerah, lembaga legislatif, serta elemen masyarakat. Proses ini menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mengoptimalkan penggunaan dana publik sesuai prioritas pembangunan yang berkelanjutan.