Setapak Langkah – 28 April 2026 | Tim penyelamat di wilayah Bekasi melanjutkan operasi evakuasi pada hari Rabu, setelah kereta listrik KRL yang melaju dari Stasiun Cikarang mengalami tabrakan dengan kendaraan di persimpangan dekat Stasiun Bekasi Timur. Dampak tabrakan membuat satu gerbong terhimpit, menimbulkan korban luka yang masih berjuang untuk bertahan.
Anggota Basarnas yang turut membantu proses evakuasi, Fian, mengungkapkan bahwa tim SAR telah menyiapkan peralatan pemotong logam, selimut panas, serta alat pernapasan untuk mengevakuasi penumpang yang terperangkap. Berikut langkah-langkah yang diambil tim SAR:
- Penilaian awal lokasi oleh petugas keamanan kereta dan polisi lalu lintas.
- Pengamanan area agar tidak ada kendaraan lain masuk.
- Penggunaan alat pemotong untuk membuka rangkaian gerbong yang terhimpit.
- Pengecekan kondisi pernapasan dan pemberian pertolongan pertama pada korban.
- Pengangkutan korban ke ambulans yang sudah standby di lokasi.
Saat ini, sebanyak tiga korban masih berada dalam kondisi kritis dan dirawat di RS Mitra Keluarga Bekasi. Dua korban lainnya telah dipulangkan ke rumah dengan kondisi stabil. Pihak PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur keselamatan operasional serta meninjau kembali jadwal layanan kereta di wilayah tersebut.
Petugas kepolisian menegaskan bahwa penyelidikan akan terus berlanjut untuk mengidentifikasi faktor penyebab kecelakaan, termasuk kemungkinan kegagalan sinyal atau pelanggaran aturan lalu lintas di persimpangan jalur kereta.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan petugas, serta menghindari area sekitar Stasiun Bekasi Timur hingga proses evakuasi selesai.