Setapak Langkah – 28 April 2026 | Pada sore hari ini, Basarnas mengonfirmasi bahwa lima penumpang masih terjepit di dalam rangkaian gerbong kereta listrik (KRL) yang mengalami gangguan di Stasiun Bekasi Timur. Insiden terjadi ketika kereta mengalami kegagalan teknis dan berhenti tiba-tiba, menyebabkan beberapa gerbong menumpuk dan menimbulkan ruang sempit di antara mereka.
Tim penyelamat dari Basarnas, beserta petugas PT KAI, kepolisian, dan relawan setempat, segera melakukan aksi penanggulangan. Upaya utama meliputi pembongkaran bagian gerbong yang terjepit, penggunaan alat pemotong hidrolik, serta penempatan alat pengangkat untuk mengangkat gerbong yang menghalangi jalur evakuasi.
- 06:30 WIB – Kereta mengalami gangguan teknis dan berhenti di Stasiun Bekasi Timur.
- 06:45 WIB – Penumpang melaporkan terjepit; petugas stasiun menghubungi Basarnas.
- 07:10 WIB – Tim Basarnas tiba di lokasi bersama aparat kepolisian.
- 07:45 WIB – Mulai proses pemotongan dan pengangkatan gerbong.
- 09:20 WIB – Semua penumpang berhasil dievakuasi dengan selamat; lima di antaranya masih dalam proses perawatan ringan.
Seluruh penumpang yang terjepit kini berada di ruang perawatan medis di rumah sakit terdekat untuk observasi. Hingga saat ini, belum ada laporan luka serius. Pihak PT KAI berjanji akan melakukan audit menyeluruh terhadap sistem keamanan dan prosedur operasional kereta untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Insiden ini menimbulkan pertanyaan mengenai kesiapan infrastruktur transportasi umum di wilayah Jabodetabek, terutama terkait pemeliharaan teknis kereta dan respons cepat dalam situasi darurat.