Setapak Langkah – 27 April 2026 | Serangan balasan Iran terhadap aksi militer Amerika Serikat dan Israel yang dimulai pada 28 Februari menimbulkan kerusakan signifikan pada fasilitas militer AS di wilayah Arab. Laporan NBC News yang dipublikasikan pada Sabtu mengungkapkan lima fakta penting terkait kehancuran tersebut di tujuh negara Arab.
- Skala kerusakan meluas di tujuh negara. Iran menargetkan pangkalan-pangkalan yang berada di Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, Kuwait, Oman, dan Irak, menyebabkan kerusakan pada bangunan, landasan, serta fasilitas logistik.
- Kerusakan pada peralatan berat. Drone, helikopter, kendaraan lapis baja, serta sistem pertahanan udara yang ditempatkan di pangkalan-pangkalan tersebut mengalami kerusakan parah atau hancur total akibat serangan rudal presisi.
- Gangguan operasi militer AS. Beberapa pangkalan terpaksa menghentikan operasi penerbangan dan latihan militer selama beberapa hari, memaksa penempatan sementara pasukan ke lokasi lain.
- Korban jiwa dan cedera. Laporan menyebutkan adanya beberapa korban luka-luka di antara personel militer dan sipil yang berada di sekitar area target, meski tidak ada laporan korban tewas yang dikonfirmasi.
- Respons diplomatik dan militer Amerika Serikat. Washington mengeluarkan pernyataan mengecam serangan Iran, sambil meningkatkan kesiapan pasukan di wilayah tersebut dan menyatakan akan meninjau kembali kebijakan kehadiran militernya di Timur Tengah.
Secara keseluruhan, serangan Iran menunjukkan kemampuan untuk menembus pertahanan pangkalan AS di kawasan Arab, menimbulkan tantangan baru bagi kebijakan keamanan regional.