Setapak Langkah – 26 April 2026 | Arab Saudi baru‑baru ini merilis laporan tahunan yang menyoroti pencapaian signifikan dalam rangka mewujudkan Visi 2030, meski situasi geopolitik regional terus tertekan oleh konflik di Iran. Laporan tersebut menegaskan bahwa kerajaan tetap berada pada lintasan yang tepat untuk mencapai target‑target strategis pada tahun 2025, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah terhadap reformasi struktural yang mendalam.
Berikut empat kemajuan nyata yang diangkat dalam laporan tersebut:
- Diversifikasi ekonomi melalui sektor pariwisata dan hiburan. Pemerintah berhasil meningkatkan kunjungan wisatawan internasional sebesar lebih dari 30 % dalam dua tahun terakhir, berkat peluncuran paket visa turistik yang lebih mudah dan pengembangan destinasi baru seperti “The Red Sea Project” serta festival budaya yang menarik minat global.
- Reformasi pasar tenaga kerja dan peningkatan partisipasi wanita. Kebijakan quota pekerjaan bagi perempuan telah menambah lebih dari 1,2 juta pekerjaan baru bagi wanita, sekaligus memperkenalkan platform digital yang mempermudah pencarian kerja dan pelatihan keahlian.
- Pengembangan energi terbarukan dan proyek megastruktur NEOM. Arab Saudi mengumumkan investasi kumulatif sebesar US$ 45 miliar untuk proyek energi surya dan angin, serta kemajuan konstruksi di kota futuristik NEOM yang kini telah mencapai 45 % dari fase pertama pembangunan.
- Peningkatan transparansi fiskal dan reformasi sistem pajak. Pemerintah mengimplementasikan sistem pelaporan keuangan berbasis blockchain yang menurunkan waktu audit sebesar 25 %, serta memperkenalkan pajak pertambahan nilai (PPN) pada sektor layanan tertentu untuk menambah pendapatan non‑minyak.
Walaupun ketegangan dengan Iran menimbulkan tantangan keamanan dan mengganggu arus perdagangan di Teluk, Riyadh menegaskan bahwa visi jangka panjang tetap menjadi prioritas utama. Pemerintah mengandalkan kerjasama internasional, khususnya dalam bidang teknologi bersih dan investasi swasta, untuk menutup kesenjangan yang mungkin timbul akibat gejolak regional.
Secara keseluruhan, laporan tahunan ini menegaskan bahwa Arab Saudi berada pada momentum kuat untuk mengubah struktur ekonominya, mengurangi ketergantungan pada minyak, serta meningkatkan kualitas hidup warganya, meski harus menavigasi dinamika geopolitik yang kompleks.