Setapak Langkah – 25 April 2026 | BRIN berhasil menciptakan varietas padi biosalin yang dapat beradaptasi dengan kondisi tanah payau dan cuaca ekstrim, hasil uji coba di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.
Varietas baru ini mampu menahan kadar garam hingga 10 dS/m, menunjukkan pertumbuhan yang stabil meski terjadi banjir atau kekeringan, serta menghasilkan butir yang berkulitas tinggi.
Pengembangan dilakukan melalui program pemuliaan berbasis seleksi berbantu penanda (marker‑assisted selection), melibatkan tim peneliti, institusi pertanian, dan petani lokal. Tahapan utama meliputi:
- Identifikasi gen toleransi garam pada varietas induk.
- Persilangan dan skrining keturunan menggunakan marker genetik.
- Uji lapangan di lahan payau Jepara selama dua musim tanam.
- Evaluasi hasil panen, kualitas beras, dan adaptasi lingkungan.
Hasil uji lapangan menunjukkan peningkatan produktivitas hingga 20 % dibandingkan varietas konvensional pada lahan dengan kadar garam tinggi. Keberhasilan ini diharapkan menjadi solusi strategis dalam menjaga ketahanan pangan, khususnya bagi daerah pesisir yang rawan salinisasi tanah.
Pemerintah berencana menyebarluaskan bibit padi biosalin ke wilayah pesisir lainnya melalui program subsidi dan penyuluhan teknis, sekaligus membuka peluang usaha bagi petani lokal.